<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099</id><updated>2011-12-10T20:04:08.895-08:00</updated><category term='001. Pendahuluan'/><category term='015. Bambang Gumilar'/><category term='009. Parvita Siregar'/><category term='013. Arse Kusumastuti'/><category term='010. Rovicky Dwi Putrohari'/><category term='008. Bona Situmorang'/><category term='004. Herman Darman'/><category term='007. Soeroso Notohadipranoto'/><category term='012. Ratih Nurruhliati'/><category term='002. Reuni Alumni ITB Pra 1966'/><category term='005. S. Sartono'/><category term='006. Wikarno'/><category term='003. Pola Penulisan'/><category term='014. Minarwan'/><category term='011. Eddy Subroto'/><title type='text'>Geologiwan Indonesia Berbagi Pengalaman</title><subtitle type='html'>Para geologiwan Indonesia membagikan pengalaman hidup dan karirnya dalam blog ini. Semoga bermanfaat bagi para geologiwan muda, maupun sesama geologiwan lainnya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-7296440500099974214</id><published>2010-10-15T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T12:13:28.775-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='015. Bambang Gumilar'/><title type='text'>015. Bambang Gumilar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TLkzZ4k4BdI/AAAAAAAAB30/fiPp-Rb3rYQ/s1600/bambang1.bmp"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 256px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528506537350792658" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TLkzZ4k4BdI/AAAAAAAAB30/fiPp-Rb3rYQ/s320/bambang1.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Riwayat Singkat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memperoleh S-1 Geologi pada tahun 1991 dari Fakultas Teknologi Mineral, Institut Teknologi Bandung dan S-2 di bidang Reservoir Engineering pada tahun 2001 dari fakultas dan universitas yang sama.&lt;br /&gt;1989 – 1992: Sejak kuliah sudah bekerja paruh waktu sebagai penterjemah artikel ilmiah dan jadi Field Geologist untuk konsultan swasta di Bandung.&lt;br /&gt;1992 – 2003: Bergabung dengan perusahaan minyak swasta terbesar di Indonesia saat itu. Karir di dunia perminyakan dimulai sebagai Wellsite Geologist, Development Geologist, Reservoir Modeller, Formation Evaluation Specialist – PT Caltex Pacific Indonesia, Rumbai dan Duri – Indonesia dan Chevron Petroleum Technology Company, Houston – Texas, USA&lt;br /&gt;2003 – 2007: Petrophysics Engineer, Brunei Shell Petroleum, Seria – Brunei Darussalam&lt;br /&gt;2007 – 2009: Petrophysicist, Chevron North Sea, Aberdeen – Scotland, United Kingdom&lt;br /&gt;2009 – sekarang: Senior Petrophysicist, Chevron, Houston – Texas, USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengalaman Berharga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1993, kang Adi Tisnabudi seorang kawan geologiwan senior, salah seorang voluntir mengajar mata kuliah Penilaian Formasi di universitas swasta lokal di Pekanbaru, Riau meminta saya untuk membantu mas Trijanto Rahardjo, rekan senior di Caltex juga yang menggantikan beliau memberi kuliah di sana. Karena tidak punya pengalaman mengajar dan melihat silabus serta materi yang akan disampaikan yang terlalu teknis dan begitu banyak, pada mulanya saya grogi juga. Ternyata kegiatan mengajar menjadi suatu tantangan baru buat saya. Memang secara finansial, mengajar dua jam per minggu sama sekali tidak menarik, apalagi sebagai voluntir! Tetapi, dari sudut pandang lain, kegiatan ini “memaksa” saya untuk belajar dan belajar lebih banyak. Kang Adi mengatakan dalam bahasa Sunda (ha.. ha..ha..) “You’ll need to learn more and more and be ahead of the game”. Sebelum mengajarkan sesuatu, kita harus lebih siap daripada mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketertarikan dan minat saya pada Well Log Analyses dan Petrophysics mendapat perhatian khusus dari perusahaan. Saya ditawari kesem&lt;br /&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 214px; FLOAT: right; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528506865540094562" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TLkzs_LTWmI/AAAAAAAAB38/zKqYc33Z0-E/s320/bambang2.bmp" /&gt;&lt;br /&gt;patan mendalami bidang ini secara intensif di Houston, USA dan belajar langsung dari para top-noch Formation Evaluation Specialists, mbah-nya Petrophysics di Chevron (2000 – 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan dengan waktu saya tetap berusaha meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik mahasiswa baik secara formal di universitas maupun di tempat kerja. Saya dengan segala senang hati menjadi mentor/ pembimbing bagi mahasiswa yang Kerja Praktek atau Tugas Akhir di PT Caltex Pacific Indonesia (sekarang Chevron). Hal ini tetap berlanjut saat saya bergabung dengan Shell di Brunei. Tiap semester saya pasti kebagian jadi mentor bagi beberapa mahasiswa Brunei yang jadi intern di BSP (Brunei Shell Petroleum) dan tentunya para mentee, junior petrophysicist BSP juga. Saat cuti dan pulang ke Indonesia saya menyempatkan diri berbagi cerita dengan mahasiswa di universitas di Pekanbaru atau di Jakarta (difasilitasi oleh IPA). Lillahi Ta’ala, semoga ilmu dan pengalaman yang dibagi menjadi amal jariah saya di sisi Allah SWT, Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya, kang Adi tidak meminta saya jadi asisten dosen waktu itu, mungkin saya tidak akan mendalami bidang Petrophysics – yang ternyata tidak banyak ‘saingannya’ dan secara global masih termasuk kategori ‘hot jobs ’- ini dan mungkin juga telah berkiprah di bidang yang lain. Tapi, saya yakinkan diri bahwa ini adalah pilihan karir dan hidup saya yang harus dijalani dengan ikhlas, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pengalaman yang kurang menyenangkan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika rasa nasionalisme terusik, itulah saat pengalaman yang kurang menyenangkan bisa diutarakan. Tahun pertama (2003) saya di Brunei, saat itu sedikit sekali orang Indonesia yang jadi technically profesionals jika dibanding jumlah TKI/TKW yang secara resmi konon mencapai 32 ribu orang (10% dari populasi Brunei yang hanya 325 000 jiwa saja). Masyarakat Indonesia di sana sudah terlanjur dicap ‘berpendidikan rendah’ dan cukup ‘happy’ jadi warga kelas bawah. Mayoritas orang lokal masih belum percaya kalau ada kawan-kawan kita yang jadi ‘kaki-tangan’ kerajaan dan syarikat besar (baca: pegawai teras di instansi pemerintah dan pekerja intelektual di perusahaan besar) kelas dunia seperti Shell, Worley, Schlumberger, dsb. Nuansa diskriminasi dan rasa dilecehkan dialami oleh anggota keluarga. Alhamdulillah, di sana ada beberapa teman baik terutama, Herman Darman (ITB 85) dan Agus Djamil (UGM 81), yang sudah lebih dahulu bekerja di Brunei. Mereka lah yang menjadi nara sumber dan referensi untuk masalah-masalah sosial seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cerita – cerita lucu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak cerita lucu yang dialami, tapi saya pilih satu yang berkesan. Pada saat kuliah lapangan di Karang Sambung. Satu kelompok mahasiswa ditemani Dr. Darji Noeradi sebagai dosen pembimbing naik ke bukit Panasogan di pagi menjelang siang yang panas terik. Sesampainya di lokasi, beliau bertanya kepada mahasiswa apa yang pertama sekali HARUS dilakukan seorang geologiwan begitu sampai di lokasi singkapan. Rata-rata mahasiswa memberi jawaban ilmiah dan rada formal berbau text-book. “Kita harus orientasi lapangan dulu, pakai peta dan kompas”, “Kita buat sketsa geomorfologi... ambil foto singkapan mumpung matahari bagus nih... bla... bla... bla. Beliau hanya tersenyum dan mengatakan “salah semua kalian!”. “Yang benar adalah, istirahat dan ngaso dulu,” katanya sambil berteriak: “Pak, minta Degan-nya ya!” kepada petani pemilik pohon kelapa di sana. Kami, mahasiswa hanya bisa nyengir garing, glek, malu hati karena sudah berlagak sok ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Saran-saran&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk menjawab tantangan karir yang mungkin berbeda dari cita-cita awal. Bak lirik lagu pop saja: “I have decided long ago, never to walk in anyone’s shadow. ... if I fail, if I succeed, at least I lived as I believed.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Profil lengkap Bambang Gumilar bisa dilihat di:&lt;br /&gt;http://www.linkedin.com/in/bambanggumilar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-7296440500099974214?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/7296440500099974214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/10/015-bambang-gumilar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7296440500099974214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7296440500099974214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/10/015-bambang-gumilar.html' title='015. Bambang Gumilar'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TLkzZ4k4BdI/AAAAAAAAB30/fiPp-Rb3rYQ/s72-c/bambang1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-7162029638676000980</id><published>2010-10-14T11:39:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T20:37:33.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='014. Minarwan'/><title type='text'>014. Minarwan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TMeeal7K5fI/AAAAAAAAB4E/puNrqy9mTgk/s1600/minarwan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TMeeal7K5fI/AAAAAAAAB4E/puNrqy9mTgk/s320/minarwan.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532564846942021106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1998: Lulus S1 Teknik Geologi, UGM, Indonesia&lt;br /&gt;2002: Lulus S2 Petroleum Geoscience, Oxford Brookes University, Inggris&lt;br /&gt;2009: Lulus S3 Geosciences, Monash University, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1998 – 2004: Premier Oil (Jakarta, Indonesia)&lt;br /&gt;2007 – Sekarang: Repsol Exploración SA (Madrid, Spanyol)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah bercita-cita ingin kuliah di jurusan Teknik Geologi sama sekali saat masih bersekolah di SMA Negeri 1 Toboali, Bangka. Pilihan untuk mempelajari geologi muncul tanpa didasarkan pada informasi yang cukup, bahkan sebenarnya tidak ada informasi sama sekali, selain sebuah paragraf di buku panduan memilih jurusan di universitas yang tersedia di perpustakaan sekolah waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih sesuatu tanpa tahu apa yang dipilih tentu mengandung resiko lebih tinggi bagi munculnya kesalahan. Pada tahun pertama kuliah di UGM, saya merasa telah salah memilih jurusan dan berpikir hendak memilih jurusan lain. Tetapi setelah mempertimbangkan faktor keuangan, waktu yang terbuang dan indeks prestasi semester pertama dan kedua, saya memutuskan untuk berusaha menyelesaikan studi di Teknik Geologi walaupun merasa tidak suka dan kesulitan. Berkat kesungguhan belajar, studi S1 bisa saya selesaikan di penghujung tahun 1998, saat badai krisis ekonomi telah memporak-porandakan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari ketidaktahuan tentang geologi dan merasa telah salah memilih jurusan; kerja keras, semangat untuk terus belajar, bimbingan, bantuan dan doa dari banyak orang telah membawa saya ke tempat-tempat yang tidak pernah saya impikan. Ilmu geologi telah memperluas cakrawala pengetahuan saya tentang proses-proses alamiah yang terjadi&lt;br /&gt;di bumi dan membuat saya bisa menjelaskan kejadian-kejadian pada masa lampau hingga bisa diaplikasikan untuk mencari sumber daya alam. Ia juga telah memberi saya banyak pengalaman, baik pengalaman indah maupun kurang menyenangkan, yang semuanya memperkaya hidup dan menciptakan berbagai kesempatan dalam karir profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Periode awal berinteraksi dengan dunia industri adalah masa pembelajaran dan adaptasi yang selalu melekat di benak saya. Pada masa ini, saya menjumpai banyak hal baru yang tidak pernah saya alami ketika berada di lingkungan kampus. Setiap hari di kantor menjadi hari yang menyenangkan karena ada begitu banyak hal yang bisa dilakukan dan dipelajari. Fasilitas di sebuah kantor yang relatif lebih baik daripada fasilitas milik kampus membuat semua pekerjaan terasa lebih mudah diselesaikan. Semangat untuk tahu lebih banyak tentang semua hal membuat hari tak pernah terasa membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendapatkan kesempatan melakukan Kerja Praktek di kantor Premier Oil di Jakarta, saya berjumpa dengan bapak-bapak yang berprofesi sebagai juru gambar alias drafter. Mereka membimbing saya hingga bisa menggunakan program-program seperti CorelDraw, Neuralog dan Neuramap. CorelDraw adalah salah satu program untuk menggambar yang sangat&lt;br /&gt;bermanfaat sebelum fungsinya digantikan oleh aplikasi menggambar yang berada dalam workstation pada saat ini. Bagi geologist yang selalu berhubungan dengan peta dan sayatan geologi, program tersebut mempermudah proses pemindahan hasil kerja yang dibuat secara manual ke dalam sebuah presentasi atau proses pembuatan sebuah poster (montage). Pada saat saya melanjutkan studi di Inggris dan Australia, CorelDraw juga banyak membantu saya dalam membuat gambar-gambar yang perlu dimasukkan ke dalam laporan tugas akhir dan disertasi. Sebuah bantuan yang awalnya terlihat sepele telah diberikan oleh bapak-bapak drafter&lt;br /&gt;Premier Oil dengan penuh ketulusan dan ternyata bermanfaat hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mendapatkan bimbingan dalam mempelajari berbagai program, saya juga memiliki mentor-mentor yang sarat pengalaman di bidang eksplorasi migas. Mereka adalah tempat saya bertanya,  belajar dan meminta nasehat. Mereka selalu meluangkan waktu dan dengan sabar mengajarkan berbagai macam konsep di dunia geologi eksplorasi. Para mentor ini&lt;br /&gt;juga sekaligus adalah motivator-motivator yang sangat baik. Mereka mampu membangkitkan semangat keingintahuan dan memberikan tantangan-tantangan baru agar saya bisa mengeluarkan performa yang lebih baik. Kisah-kisah pengalaman serta kebijaksanaan sikap dan&lt;br /&gt;pikiran mereka juga menjadi sumber inspirasi dan panutan hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berharga yang lain saya dapatkan saat ikut dalam proyek studi kualitas reservoir batupasir di unit bisnis Premier Oil di Islamabad, Pakistan. Di dalam proyek ini, tim kami mendapatkan tugas yang sangat menantang dan sekaligus penting bagi rencana pengeboran&lt;br /&gt;satu sumur di tahun yang sama. Studi dilaksanakan sekitar bulan Juni-Agustus 2003 dan saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan analisis data yang telah dikumpulkan oleh rekan setim ke dalam sebuah database. Demi bisa melakukan analisis data sumur dengan baik, saya&lt;br /&gt;berusaha mencari berbagai makalah yang telah dipublikasikan oleh banyak ahli terkemuka untuk dijadikan pembanding dan patokan dari sisi metodologi analisis. Hasil studi ini dapat digunakan untuk mendukung pengeboran dan secara umum, sasaran proyek dapat kami capai. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak tambahan informasi, ilmu, teman dan pengalaman baru bekerja di luar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pesawat terlambat lepas landas adalah hal yang lumrah dan sudah sering terjadi walaupun mengesalkan. Namun, pesawat telat lepas landas dicampur dengan rasa kantuk dan letih yang luar biasa serta masih harus mendengar omelan penumpang ke arah pramugari sekitar jam 4.30&lt;br /&gt;dini hari (kebetulan bapak yang marah-marah duduk tepat di belakang saya di kelas bisnis) sempat membuat saya ikutan emosi juga. Kemarahan dan kata-kata kasar si bapak itu membuat saya tidak bisa tidur, sungguh terganggu, padahal saya berharap untuk bisa beristirahat&lt;br /&gt;setelah lepas landas jam 1.30 dini hari dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menebak, sang bapak yang mengomel itu adalah orang Lebanon. Ia bersama keluarganya sedang dalam perjalanan ke Beirut, menggunakan Gulf Air, maskapai penerbangan milik Bahrain. Waktu itu kami mendarat di bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat yang kami tumpangi seharusnya segera lepas landas setelah menaikkan penumpang di&lt;br /&gt;KL. Namun entah karena masalah apa, pesawat terlambat lepas landas hingga sekitar jam 5 pagi. Yang membuat saya terkejut waktu itu adalah saya tidak menyangka sebelumnya bahwa penumpang kelas bisnis bisa berlaku kasar. Saya pikir penumpang di kelas bisnis adalah orang-orang terdidik yang selalu diam tanpa suara, penyabar dan tidak mengumbar emosi secara sembarangan. Rupanya saya salah dan akhirnya saya sadar telah berpikir secara naif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tentang pengalaman dengan pesawat, saya pernah telat tiba di bandara Soekarno-Hatta karena terjebak macet luar biasa di kawasan Semanggi pada jam makan siang. Saat itu saya mendapatkan tugas untuk mengunjungi dataroom di Perth, Australia. Saya seharusnya terbang&lt;br /&gt;dengan Singapore Airlines di kelas bisnis, tapi berhubung ditinggal pesawat, saya harus mengganti maskapai, membeli tiket menggunakan uang cash di bandara dan terbang di kelas ekonomi dari Jakarta ke Perth. Masih untung pada hari itu ada penerbangan Qantas yang sebenarnya hampir berangkat, sehingga saya membuat diri sendiri dan petugas loket penjualan tiket Qantas stress berat karena kami semua panik hendak melakukan transaksi jual beli tiket ketika para penumpang lain sudah hampir disuruh naik ke pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pahit yang paling saya ingat hingga sekarang adalah ketika sebuah kesalahpahaman besar muncul antara saya dan seseorang yang menjadi team leader di sebuah proyek di mana saya diperbantukan. Yang membuat saya sedih adalah kesalahpahaman tersebut muncul karena&lt;br /&gt;kenaifan saya sendiri, yang terlalu proaktif melakukan hal yang melampaui wewenang saya dalam tim dan memunculkan semacam pemikiran bahwa saya telah mencoba mengakui hasil kerja tim (dimana peran saya hanya kecil) menjadi hasil kerja diri sendiri. Kesalahan besar&lt;br /&gt;tersebut, yang secara tidak sadar telah saya lakukan hingga mendapatkan teguran, adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi perkembangan karir saya selanjutnya. Sadar diri akan posisi dalam tim dan menjaga perasaan anggota tim yang lain agar mereka tidak merasa&lt;br /&gt;bahwa kontribusi mereka telah kita serobot (walaupun kita tidak berpikir hendak mengambil hasil kerja orang lain dan secara tidak sengaja telah memberikan kesan negatif) adalah hal penting yang harus selalu diperhatikan demi menjaga suasana yang baik dalam tim dan&lt;br /&gt;menghindarkan diri dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;PENGALAMAN LUCU&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil hingga bekerja, saya tidak pernah berpergian dengan menggunakan pesawat. Perjalanan antar pulau selalu saya lakukan dengan menggunakan kapal laut karena harga tiketnya murah dan waktu perjalanan tidak menjadi masalah besar bagi saya. Pada bulan Maret&lt;br /&gt;tahun 2000, saya diberi tugas menjadi assistant wellsite geologist di lepas pantai Kepulauan Natuna. Saya harus berangkat ke pulau Matak dengan menggunakan F-28 dari bandara Halim Perdanakusuma dan dari Matak perjalanan berlanjut dengan menggunakan helikopter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 Maret, datang berita duka tentang meledaknya salah satu helikopter yang disewa oleh konsorsium beberapa perusahaan yang beroperasi di lepas pantai Kep. Natuna. Kecelakaan ini menewaskan sang pilot dan menjadi berita besar bagi kami di kantor. Begitu mendengar&lt;br /&gt;berita naas ini, saya langsung berpikir tentang berbagai skenario buruk jika harus pergi ke anjungan pengeboran dengan helikopter sejenis pada tanggal 12 Maret. Sejak tanggal 9 Maret, saya mulai stress berat dan akhirnya demam, karena ketakutan. Bayangkan saja,&lt;br /&gt;seseorang yang tidak bisa berenang, tidak lulus kursus Helicopter Underwater Escape Training (HUET) dan belum pernah naik pesawat hendak pergi ke anjungan pengeboran dengan menggunakan helikopter sejenis dengan yang baru saja meledak. Menakutkan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua khayalan menakutkan yang saya buat akhirnya sirna setelah kami tiba di Matak, karena ada pemberitahuan bahwa perjalanan ke anjungan pengeboran akan dilakukan dengan menggunakan kapal. Semua helikopter yang disewa oleh konsorsium tidak boleh terbang karena ada pemeriksaan dan uji kelayakan terbang setelah kecelakaan pada tanggal 8 Maret.&lt;br /&gt;Syukurlah, dengan demikian saya tidak perlu berada di helikopter dan merasa setiap detik ia bisa meledak. Padahal jika helikopternya meledak atau jatuh, tidak ada yang bisa saya lakukan selain pasrah saja. Keahlian berenang dan sertifikat HUET pun rasanya tidak akan&lt;br /&gt;relevan dalam situasi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;SARAN-SARAN&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman pribadi sejauh ini, ada beberapa hal berkaitan dengan sikap dan cara berpikir, yang menurut hemat saya penting bagi seseorang untuk dapat meraih prestasi, baik di bidang pendidikan maupun pekerjaan. Hal-hal penting tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak ada manusia yang bodoh, yang ada hanya manusia yang tidak mauberusaha atau cepat menyerah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempertahankan motivasi, baik dalam belajar maupun bekerja, agar&lt;br /&gt;tetap tinggi hingga bisa mencapai target yang sudah ditentukan, adalah&lt;br /&gt;kunci untuk berhasil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belajar terus menerus dari berbagai sumber termasuk rekan kerja dan&lt;br /&gt;mentor/senior adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenali kontribusi diri sendiri dan kontribusi orang lain dalam&lt;br /&gt;bekerja, berhati-hatilah agar tidak dituduh mengambil hasil kerja atau&lt;br /&gt;menjiplak hasil karya orang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua ambisi biasanya akan disertai dengan pengorbanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-7162029638676000980?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/7162029638676000980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/10/014-minarwan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7162029638676000980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7162029638676000980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/10/014-minarwan.html' title='014. Minarwan'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TMeeal7K5fI/AAAAAAAAB4E/puNrqy9mTgk/s72-c/minarwan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-1259885732318115959</id><published>2010-07-12T22:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:37:26.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='013. Arse Kusumastuti'/><title type='text'>013. Arse Kusumastuti</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TDv0y71nsyI/AAAAAAAABqI/2fjHJvKzNLI/s1600/IMG_0083e.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 225px; FLOAT: left; HEIGHT: 332px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493253326401680162" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TDv0y71nsyI/AAAAAAAABqI/2fjHJvKzNLI/s400/IMG_0083e.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1991 – lulus Geologi, UGM&lt;br /&gt;1998 – lulus MSc Petroleum Geoscience, UBD&lt;br /&gt;1991-1996: Huffco Brantas Inc.&lt;br /&gt;1997-1999: Lapindo Brantas&lt;br /&gt;1999-2001: Lasmo Oil&lt;br /&gt;2001-2003: ENI Indonesia&lt;br /&gt;2004-sekarang: Gaffney, Cline &amp;amp; Associate, Consultant, Singapore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Mungkin pertanyaan pertama yang muncul, kenapa saya memilih bidang Geology? Sangat lucu ceritanya, karena alasan-nya sepele. Bermula saat alumni SMA 3 Solo, dimana saya bersekolah saat itu (1984), berkunjung ke kelas kami dan memberikan brosur dan sedikit penjelasan tentang fakultas dan jurusan-jurusan di beberapa Universitas di Indonesia yang bisa dipilih. Hal pertama yang menarik perhatian saya saat membaca bidang Geology … “cocok untuk orang yang menyukai jalan-jalan dan suka bekerja out door”… wah saya pikir, pas benar dengan hobby saya. Langsung saat pengisian formulir PMDK (program pemerintah penyaringan awal bebas test masuk ke Universitas negeri), saya isi pilihan 1, 2 dan 3 jurusan yang sama, GEOLOGY- UGM. Tak ada pilihan yang lain, pokoknya mantap dengan satu pilihan saja. Saya memilih UGM, supaya dekat dengan orang tua di Solo.&lt;br /&gt;Begitu hasil PMDK diumumkan, ternyata saya diterima. Antara seneng dan bingung, bingung bagaimana harus meyampaikan berita tersebut ke orang tua. Soalnya seperti kebanyakan orang tua, mereka ingin saya mengambil bidang kedokteran. Padahal saya suka mau pingsan kalau masuk rumah sakit, nggak tahan bau obat dan melihat darah. Tapi karena takut mengecewakan orangtua, saya simpan surat hasil PMDK tersebut dan bertekat untuk ikut Sipenmaru dengan mengambil jurusan kedokteran. Selang bebera hari, ternyata beritanya bocor juga, hehe… adik-ku sekolah di SMA yang sama. Akhirnya mengaku juga, walau orang tua belum pernah mendengar kata Geology, beliau memberi persetujuan jika memang itu menjadi pilihan saya.&lt;br /&gt;Ternyata pilihan saya tepat. Saya enjoy sekali. Bukan hanya soal jalan-jalannya saja, tetapi saya belajar banyak tentang pengetahuan dalam lingkup Geology sendiri, banyak hal yang bisa dipelajari. Juga, banyak hal yang dapat dilakukan dengan mempelajari ilmu ini, dari yang berhubungan dengan softrocks, hardrocks ataupun yang berhubungan dengan engineering dan aplikasinya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TDv1P6rDTsI/AAAAAAAABqQ/Cb0McwGSg1Q/s1600/IMG_arse.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 302px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493253824305123010" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TDv1P6rDTsI/AAAAAAAABqQ/Cb0McwGSg1Q/s400/IMG_arse.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Singkat cerita, setelah lulus, saya terjun dibidang yang berhubungan dengan perminyakan. Karier saya dimulai dengan bekerja di perusahaan Hufco Brantas, tahun 1991-1996. Saat itu Huffco adalah Exploration company dengan team yang kecil. Karena teamnya kecil, saya mendapat banyak pengalaman dalam bidang teknik dan non teknik, antara lain yang berhubungan dengan exploration, new venture, geophysical survey di lapangan, wellsite geologist sumur-sumur explorasi onshore dan offshore, safty and environment; juga non teknik seperti pengurusan administrasi di lapangan yang berhubungan dengan instansi-isntansi pemerintah. Inilah keuntungan bekerja di perusahaan kecil, harus all round.&lt;br /&gt;Ada cerita lucu saat well-site di offshore utara Pulau Bali. Seperti biasa, saya selalu satu-satunya female di drilling site. Saya selalu berusaha bersikap professional dengan crews di drilling-site. Karena alasan safety, kita tidak diperbolehkan mengunci pintu cabin saat ada di dalam atau tidak. Memang ada rasa was-was juga, soal-nya kadang saat mau tidur, perasan ada orang yang mengitip lewat pintu. Ada satu kejadian, saat saya pulang ke rumah dari well-site dan saya buka tas travelling, di bagian dasar saya temukan surat tanpa nama pengirim yg isinya puisi cinta… hehe, ternyata ada secret admirer nich! Karena ada jadwal ke offshore lagi, saya cerita kejadian tersebut ke Chief Geologist saya saat itu (Peter Willumsen)… dia memberi botol spray kecil untuk jaga-jaga. Saya pikir cukup lucu, tetapi saya bawa juga. Syukurlah, tidak terjadi apa-apa selama bekerja di dilling-site.&lt;br /&gt;Setelah Huffco, saya bekerja dengan Lapindo mulai tahun 1997 dikarenakan Huffco menjual asset-nya ke mereka. Saya ambil break 1 tahun karena medapat scholarship dari pemerintah Brunei untuk mengambil MSc., 1997-1998. Sekembalinya dari program MSc. saya pindah ke Lasmo Oil. Lasmo Oil di jual ke Eni tahun 2002 dan automatis saya menjadi pegawai Eni. Awal 2004, saya pindah ke Consultant company, Gaffney-Cline &amp;amp; Associate (GCA), based di Singapore, sampai sekarang.&lt;br /&gt;Biasa bekerja selama 12 tahun sebelumnya dengan operator companies, bekerja sebagai Consultant di GCA sangat berbeda. Di perusahan terakhir ini, saya kembali belajar banyak, tidak hanya yang berhubungan dengan bidang saya, Geoscience, dimana saya mendapat kesempatan me-review basin-basin di berbagai continent, saya juga mempelajari bidang-bidang lain-nya seperti petroleum/reservoir engineering, surface facilities, project management. Hal menarik lainnya bekerja dengan GCA, saya mendapat kesempatan mengunjungi tempat-tempat exotic, seperti di China, India, Kazakhstan, dll., yang kadang harus dikawal guard yang dibekali dengan senapan AK47 untuk alasan security, seperti foto di bawah saat di Assam, India. Digboi adalah lapangan minyak pertama di India (mungkin di Asia?) yang di produksi.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu sampai kapan menggeluti bidang Geology, yang jelas saya masih ingin terus belajar. Sky is the limit. Walaupun saya bercita-cita pension sebelum ulang tahun ke 50th…. Tapi, Geology akan tetap menjadi bagian diri saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-1259885732318115959?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/1259885732318115959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/07/13-arse-kusumastuti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/1259885732318115959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/1259885732318115959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/07/13-arse-kusumastuti.html' title='013. Arse Kusumastuti'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/TDv0y71nsyI/AAAAAAAABqI/2fjHJvKzNLI/s72-c/IMG_0083e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-5779930645889834779</id><published>2010-01-17T08:42:00.000-08:00</published><updated>2010-10-14T11:36:42.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='001. Pendahuluan'/><title type='text'>001. Pendahuluan</title><content type='html'>Dalam blog ini para geologiwan Indonesia membagikan pengalaman hidup dan karirnya.&lt;br /&gt;Ide ini muncul setelah para alumni ITB angkatan pra 1966 berkumpul di Bandung, di rumah Prof. R. P. Koesoemadinata dan Mang Okim memberikan laporannya di IAGI-net. &lt;a href="http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/search/label/2.%20Reuni%20Alumni%20ITB%20Pra%201966"&gt;Lihat Bab 2&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi tulisan dalam blog ini akan di hubungkan dengan website IAGI, atau jika berkenan akan dipindahkan ke website IAGI. Sementara manager website mengurus hal ini, silahkan mempersiapkan tulisan anda dan kirimkan ke editor blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas dorongan dan dukungan dari kawan-kawan di IAGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga hal ini bermanfaat bagi geologiwan yang lebih muda maupun sesama geologiwan di Indonesia. Kami percaya dengan berbagi pengalaman, kita bisa saling melengkapi, memberikan semangat dan ide untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama panitia penulisan buku / blog "Geologiwan Indonesia Berbagi Pengalaman":&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awang Harun Satyana, Rovicky Dwi Putrohari, Muhammad Syaiful, Ratih Nurruhliati (co-editor) dan Herman Darman (editor)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-5779930645889834779?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/5779930645889834779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/geologiwan-indonesia-berbagi-pengalaman.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/5779930645889834779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/5779930645889834779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/geologiwan-indonesia-berbagi-pengalaman.html' title='001. Pendahuluan'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-349595852434102082</id><published>2010-01-10T12:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T09:48:06.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='012. Ratih Nurruhliati'/><title type='text'>012. Ratih Nurruhliati</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/S0o5zSXiAUI/AAAAAAAABoU/zfKP16YDVrs/s1600-h/ratih.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 149px; FLOAT: left; HEIGHT: 167px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425212254387831106" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/S0o5zSXiAUI/AAAAAAAABoU/zfKP16YDVrs/s400/ratih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Riwayat Singkat:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1990-1995 Geologi, Fakultas Teknik Mineral, Institut Teknologi Bandung&lt;br /&gt;1996 Geothermal Institute, The University of Auckland, Selandia Baru&lt;br /&gt;1997-1999 Geothermal Energy New Zealand Limited (GENZL), Auckland, Selandia Baru. Bekerja sebagai wellsite/geothermal geologist yang menganalisa sumur eksplorasi (slimholes) di Lapangan Panas Bumi Darajat, Garut Jawa Barat.&lt;br /&gt;2000 Laboratorium Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), North Ryde, Sydney, Australia. Bekerja sebagai Liaision officer yang menghubungkan antara CSIRO dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (sekarang Badan Geologi) dalam kegiatan kerjasama Total Ore Exploration Group (TOEG).&lt;br /&gt;2001-2002 Laboratorium Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), North Ryde, Sydney, Australia. Bekerja paruh waktu sebagai asisten peneliti pasangan suami istri Dr. Brent McInnes dan Dr. Noreen Evans dalam mempersiapkan dan menganalisa sample mineral apatite dan zircon untuk kemudian dianalisa dalam bentuk preparat di dalam tabung Palladium berdiameter kurang dari 0,5 cm sebelum dilakukan perlakuan kimia dan dianalisa dengan instrumen dating.&lt;br /&gt;2002-2004 Bureau of Meteorology of Australia/Qantas. Bekerja sebagai konsultan untuk memberikan masukan mengenai aktivitas gunung api di Indonesia, antara lain melaporkan data lapangan untuk menghindari abu dari letusan gunung api yang dapat membahayakan mesin pesawat terbang sehingga data tersebut dapat dipergunakan untuk menentukan perencanaan jalur terbang maskapai penerbangan agar aman ketika melintasi wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;2005–sekarang berdomisili dan berinvestasi di bidang pertambangan di Vietnam. Pada tahun 2007 mendirikan dan menjalankan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan pertambangan. Saat ini, masih mencari rekanan dalam mencari kuasa pertambangan di Indonesia. Di antara kesibukan menjadi ibu dari tiga orang anak berusia 7 thn, 5 thn, dan 3 thn, masih menyempatkan diri untuk selalu mengikuti kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop dan ekskursi.&lt;br /&gt;Kebetulan suami juga seorang geologiwan yang saat ini lebih banyak bergerak di bidang keuangan dalam lingkup pertambangan. Kami berdua mempunyai cita-cita untuk dapat memiliki dan mengelola usaha pertambangan dan kami sangat berharap untuk dapat mengaplikasikan pengetahuan yang kami miliki di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengalaman Berharga:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu akhir tahun kedua kuliah di ITB, saya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan makalah “Letusan Gunung Merapi 1992”.&lt;br /&gt;Saat liburan semester, di waktu senggang biasanya saya menghabiskan waktu di perpustakaan. Kebetulan saya melihat pengumuman untuk mengikuti kegiatan London International Youth Science Forum. Untuk mengikuti kegiatan tersebut, saya harus menyusun paper dan mencari sponsor. Atas bimbingan Direktorat Vulkanologi (sekarang Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi) rampunglah paper dengan judul “1992 Merapi Eruption” sebagai modal mengikuti kegiatan London International Youth Science Forum tersebut, disponsori oleh British Airways, Unocal dan Freeport.&lt;br /&gt;Kegiatan lain di luar kesibukan kuliah antara lain menjadi tenaga sukarelawan pada American Field Service (AFS) chapter Bandung (sejak kembali dari program pertukaran pelajar dari 1989 sampai 1998); kegiatan dalam proses pemetaan Karangsambung, Jawa Tengah sempat diseling dengan pergi ke Amerika Serikat untuk menjadi chaperon 19 pelajar SMA yang mengikuti pertukaran pelajar ke&lt;br /&gt;sana.&lt;br /&gt;Membantu kegiatan seminar maupun workshop di Direktorat Volkanologi pun menjadi salah satu kegiatan di saat liburan. Pada saat penyelenggaraan IAVCEI, saya banyak belajar di lapangan dari para ahli vulkanologi seperti Dr. Werner Giggenbach (alm.), Prof. Hirabayashi, dan ahli-ahli vulkanologi lain asal Eropa (Italia, Belgia dan negara lain).&lt;br /&gt;Semasa kuliah, kegiatan pengambilan sampling saya lakukan mulai dari gunung-gunung api di Jawa Barat hingga Bali.&lt;br /&gt;Memiliki keinginan untuk berkecimpung di bidang energi ramah lingkungan dan menyadari bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk itu, membawa saya melanjutkan pendidikan di Geothermal Institute setelah lulus dari ITB. Selesai sekolah dari New Zealand, saya diterima bekerja di sebuah perusahaan New Zealand yang sedang mengerjakan eksplorasi geologi untuk daerah panas bumi Darajat yang dikelola Amoseas (sekaran Chevron). Dua tahun lebih saya bekerja sebagai ‘ekspat lokal” di Garut, menjadi geolog panas bumi/geothermal yang mengerjakan logging delapan sumur eksplorasi (slimholes) dengan sumur terdalam mencapai 2.300 meter.&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1999, saat mengikut konferensi Pacific Rim (PACRIM), tentang pertambangan saya bertemu dengan suami saya yang kebetulan adalah seorang geolog asal Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengalaman yang (kurang) menyenangkan :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi di Asia menyebabkan proyek-proyek energi di Indonesia ikut terpengaruh akibat melemahnya rupiah. Sementara kontrak yang ditandatangani pemerintah dalam mata uang asing menjadikan Indonesia tidak mampu untuk melanjutkan pekerjaan proyek-proyek tersebut. Bagi saya pribadi, kontrak kerja dengan GENZL pun terpaksa harus terhenti karena tidak ada kelanjutan eksplorasi. Selesai kontrak dengan GENZL saya menjadi event organizer konfrensi dan pameran minyak dan gas bumi yang hanya dilakukan kurang dari satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cerita Lucu:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Sewaktu bekerja di lapangan panas bumi Darajat setiap mendapat surat seringkali tertulis kepada Bapak Ratih, padahal jelas nama saya bukan gender laki-laki, mungkin pada waktu itu masih belum terbiasa juga geolog wanita bekerja di lapangan padahal menjelang akhir tahun ‘90an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Saran-saran:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Berdasarkan pengalaman pribadi, selain memiliki ilmu yang matang dalam bidangnya, seorang geolog patut pula membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing, minimal Bahasa Inggris untuk dapat berkomunikasi dan menimba kemajuan penelitian yang dimiliki oleh ilmuwan dari luar negeri.&lt;br /&gt;Selain itu, seorang geolog yang handal, harus memiliki keseimbangan baik fisik maupun nalar. Meminjam istilah Bapak saya (kebetulan geolog juga), fisik yang kuat saja belum cukup kalau daya nalar tidak jalan, begitu juga sebaliknya daya nalar tinggi tidak akan ada gunanya tanpa fisik yang bagus. Keseimbangan antara nalar dan fisik akan menghasilkan yang terbaik, dan terus belajar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-349595852434102082?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/349595852434102082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/01/012-ratih-nuruuhliati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/349595852434102082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/349595852434102082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2010/01/012-ratih-nuruuhliati.html' title='012. Ratih Nurruhliati'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/S0o5zSXiAUI/AAAAAAAABoU/zfKP16YDVrs/s72-c/ratih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-2967694935212095420</id><published>2009-12-04T22:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T23:09:32.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='011. Eddy Subroto'/><title type='text'>011. Eddy Subroto</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCAffQq0I/AAAAAAAABms/GsVMemUy16g/s1600-h/eddy-subroto.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 231px; FLOAT: left; HEIGHT: 329px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411640109714942786" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCAffQq0I/AAAAAAAABms/GsVMemUy16g/s400/eddy-subroto.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• 1979 Lulus program sarjana di Jurusan Teknik Geologi ITB.&lt;br /&gt;• 1989 Lulus program doktor dari Curtin University of Technology, Perth, Australia Barat.&lt;br /&gt;• 1979-1980 Bekerja sebagai geologiwan di PT Rio Tinto Indonesia dan sempat mengeksplorasi logam dasar (base metal) di daerah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan DI Aceh.&lt;br /&gt;• 1980-sekarang, bekerja di ITB sebagai dosen di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (disingkat FITB). Tahun 2009 ini mata kuliah yang saya ampu adalah: Geokimia Petroleum, Geokimia Batuan Induk, Geokimia Biomarker dan beberapa mata kuliah yang tidak langsung berkaitan dengan geologi, yaitu Metodologi Penelitian, dan Manajemen dan Keekonomian Mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang paling berharga adalah ketika suatu saat saya harus membuat keputusan besar. Keputusan besar pertama adalah ketika saya harus memilih perguruan tinggi (PT) setelah SMA. Pada tahun 1973, PT masih membuka pendaftaran sendiri-sendiri belum ada gabungan yang namanya SKALU, UMPTN, atau SNMPTN. Saya pilih dua PT besar, yaitu Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, karena dekat kota tempat tinggal saya (Pasuruan) dan ITB (karena keterkenalan namanya). Unair memanggil saya lebih dahulu dan saya diterima di Fakultas Kedokteran. Jadilah saya mahasiswa kedokteran. Setelah kuliah sepuluh hari, datang panggilan dari ITB. Setelah konsultasi dengan penyandang dana (orang tua), maka saya memutuskan untuk cabut dari Unair dan hijrah ke Bandung. Teman saya seangkatan (Agus Handoyo Harsolumakso) mempunyai kasus yang sama dengan saya. Dengan keputusan itu maka akhirnya saya menjadi geologiwan (sekarang menjadi geokimiawan) dan bukan seorang dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berharga kedua adalah ketika saya harus memutuskan tempat bekerja. Karena begitu lulus (atas rekomendasi Prof. Rubini Soeria-Atmadja, pembimbing program S1 saya), saya ditawari oleh PT Rio Tinto Indonesia (RTI) untuk bergabung dengan mereka, maka bekerjalah saya untuk RTI. Menjelang setahun di RTI, saya ditawari untuk menjadi dosen sebagai yunior dari Dr. Ong Han Ling. Di sini dilema muncul. Setelah berkonsultasi dengan keluarga dan memohon bimbingan dari Yang Maha Esa, maka saya memutuskan masuk lagi ke ITB sebagai pengajar. Pada tahun-tahun pertama tentunya saya harus prihatin, karena gaji dosen yunior yang pegawai negeri adalah seperlima dari gaji geologiwan yunior di RTI. Akan tetapi, akhirnya kepuasan saya tercapai dengan dapatnya kesempatan saya untuk sekolah sampai ke program doktor dibiayai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berharga ketiga adalah kesempatan bergaul dengan orang Indonesia yang pendatang maupun yang sudah menjadi warga negara Australia (umumnya karena pernikahan), ketika saya sekolah di sana. Oleh karena itu, pada tahun pertama di Australia saya sudah terpilih menjadi Sekretaris Rukmariwa (Rukun Masyarakat Indonesia di Western Australia). Bahkan, kemudian, selama di Perth saya sempat menjadi Ketua Rukmariwa dan juga menjadi Sekretaris dan Ketua HPPIA (Himpunan Pengajar dan Peneliti Indonesia di Australia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, pengalaman berharga yang ingin saya bagikan di sini adalah bagaimana seseorang berani mengambil keputusan dengan pertimbangan yang masak dan hal yang lainnya adalah keluwesan dalam pergaulan. Sebagai seorang geologiwan kita harus pandai bergaul dengan berbagai golongan masyarakat, karena pekerjaan kita luas cakrawalanya, dari perkotaan sampai ke lapangan terpencil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menulis adalah sesuatu yang wajib hukumnya, saya rasa, bagi cendekia (scholar). Untuk dapat menulis dengan baik, tentunya penulis harus mempunyai dasar penguasaan bahasa yang baik, apakah itu bahasa Indonesia atau bahasa asing dan banyak berlatih. Kemampuan mahasiswa menulis dalam bahasa Indonesia ternyata tidak terlalu menggembirakan. Karena mereka lahir di &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCqqomnvI/AAAAAAAABnE/iFKgDK6YYY8/s1600-h/eddy-subroto2.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 241px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411640834261425906" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCqqomnvI/AAAAAAAABnE/iFKgDK6YYY8/s320/eddy-subroto2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Indonesia dan semenjak kecil sudah mengenal bahasa Indonesia, maka mereka menganggap bahwa yang mereka ketahui itu sudah benar, sehingga ketika mereka menulis (makalah atau tugas kuliah), mereka mempergunakan ejaan dan kosakata yang mereka miliki tanpa pernah memeriksa kebakuan kata tersebut, karena umumnya mahasiswa tidak memiliki kamus bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, tidak sedikit mahasiswa yang tidak tahu etika berbahasa. Ketika presentasi, bahkan ketika sidang sarjana/tesis pun banyak di antara mereka yang menggunakan bahasa dialek, bukannya menggunakan bahasa resmi. Dengan demikian, semakin berat tugas dosen dalam memeriksa skripsi, tesis, maupun disertasi, karena selain memperhatikan isi ilmiahnya masih harus juga memeriksa kebakuan bahasanya. Kesalahan berbahasa adalah biasa, tetapi ketidak-acuhan terhadap bahasa sangat merisaukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;CERITA LUCU:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lapangan saya tidak terlalu banyak, tetapi lapangan sering memberikan kenangan lucu. Seorang geologiwan sering dianggap seorang “insinyur” yang serba-bisa, sehingga pernah saya diminta memperbaiki mesin motor atau generator yang rusak. Yang lebih aneh, saya pernah diajak warga dusun ke rumahnya dan diminta menyembuhkan anaknya yang sakit. Dengan bekal sedikit pengalaman (kan kita pernah sakit?) dan bekal obat yang saya bawa ke lapangan maka jadilah saya seorang dokter dadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal keahlian (misalnya olah raga) sering menjadikan pelipur lara di lapangan. Kebetulan saya senang berbagai macam olah raga, sehingga sekarang saya dapat bercerita bahwa saya memiliki pengalaman bermain bulutangkis di pelosok Bogor-Sukabumi di kaki Gunung Salak, juga di Pertambangan Emas Cikotok di Banten Selatan. Saya juga pernah bermain bola voli dan sepak bola di beberapa desa kecil di pedalaman Kalimantan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCbpQFHqI/AAAAAAAABm8/UdbJO8zcGyU/s1600-h/eddy-subroto1.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 231px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411640576192093858" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCbpQFHqI/AAAAAAAABm8/UdbJO8zcGyU/s320/eddy-subroto1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;SARAN:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah belajar dan pepatah mengatakan bahwa “belajar tidak mengenal tua.” Saya terkesan dengan minat belajar mahasiswa senior tetapi agak kurang terkesan melihat minat belajar mahasiswa yunior. Mungkin karena yang yunior masih belum yakin, apakah mereka akan dapat “hidup” sebagai geologiwan. Tugas kita sebagai yang lebih senior untuk memberikan motivasi kepada mereka yang lebih muda. Karena itu saya sangat senang kalau ada kolega dari industri datang ke kampus berbagi pengalaman yang akan dapat menjadi motivasi bagi yang yunior.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-2967694935212095420?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/2967694935212095420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/12/011-eddy-subroto.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/2967694935212095420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/2967694935212095420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/12/011-eddy-subroto.html' title='011. Eddy Subroto'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SxoCAffQq0I/AAAAAAAABms/GsVMemUy16g/s72-c/eddy-subroto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-649427015457563201</id><published>2009-11-13T11:09:00.000-08:00</published><updated>2010-10-14T11:37:14.257-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='010. Rovicky Dwi Putrohari'/><title type='text'>010. Rovicky Dwi Putrohari</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sv2y2sU-ydI/AAAAAAAABk0/eveCuyp2w80/s1600-h/del-rovicky-1.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 276px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403671780596304338" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sv2y2sU-ydI/AAAAAAAABk0/eveCuyp2w80/s320/del-rovicky-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- 1987 - Lulus Jur Geologi, Fak Teknik UGM, Yogyakarta&lt;br /&gt;- 1998 - Lulus MSc Geophysics, Fak MIPA, Universitas Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 1988 - 1990 Hudbay Oil Malacca Strait Ltd (Jakarta Indonesia)&lt;br /&gt;- 1990 - 1995 Lasmo Indonesia (Jakarta, Indonesia)&lt;br /&gt;- 1995 - 2001 Kondur Petroleum SA (Jakarta, Indonesia)&lt;br /&gt;- 2001 - 2002 Shell (Brunei Shell Petroleum) (Seria, Brunei)&lt;br /&gt;- 2002 - 2003 Total Indonesia (Balikpapan, Indonesia)&lt;br /&gt;- 2003 - 2004 Murphy Oil Malaysia (Kuala Lumpur, Malaysia)&lt;br /&gt;- 2004 - 2009 HESS Oil and Gas Ltd (Kuala Lumpur Malaysia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, tidak ada pengalaman yang tidak berharga, termasuk pengalaman pahit. Yang terpenting bagaimana saya menghargai pengalaman itu sebagai bagian dari proses pembelajaran, dan kemudian berbagi pengalaman dengan siapa saja sebagai bagian dari belajar-mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berharga yang saya alami adalah pengalam ketika keluar dari "ruang santai" atau sering disebut "Comfort Zone". Yaitu keluar dari tempat yang sudah enak dan mencari tempat lain yang lebih menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya bekerja di perusahaan yg sudah cukup mapan di Jakarta sebagai Manajer Geologi. Namun justru rasa keterpanggilan saya bukan pada manajerial. Banyak hal yang menjadi pertimbangan (pssst salah satunya ya remunerasi atau gaji ... psst). Saat keluar dari comfort zone ini memberikan pelajaran paling berharga bahwa manusia itu memerlukan tantangan untuk menambah pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya bila seseorang sudah bekerja 7 tahun, setiap tahun menyeleseikan satu peta. Nah orang ini menurut saya adalah yang berpengalaman setahun diulang 7 kali! Dia bukan orang yang berpengalaman 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dalam berorganisasi cukup banyak yang memberikan gambaran bahwa ternyata yang paling sulit dalam berorganisasi itu "regenerasi" atau kesinambungan program kerja, kesinambungan organisasi. Sulitnya melanjutkan program yang sudah disusun dengan bagus dan telah memakan waktu, tenaga dan biaya ini seringkali dikarenakan keengganan untuk memberikan tongkat kepada penerusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu bagi saya memberikan atau lebih tepatnya berbagi ilmu dan berbagi pengalaman dengan generasi muda merupakan hal terpenting untuk berorganisasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari proses pembelajaran, terutama belajar ilmu hidup, tentu saja pengalaman tidak enak selalu saja ada. Walaupun hal ini dianggap sebagai sebuah kenangan yang tidak boleh dilupakan tetapi mengingat-ngingat hal ini hanya sebagai pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;CERITA-CERITA LUCU&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cerita lucu ... wah ... selamanya dunia ini saya anggap sebuah hiburan yang penuh humor dengan kelucuannya. Terutama ketika saya tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mudah. Misalnya kenapa hampir semua binatang berjalan maju kedepan ? Saya tidak mampu menjawabnya dengan mudah. Barangkali hanya karena terlanjur di depan mata itu disebut "depan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering terjadi ketika orang bertemu saya adalah perkataan yang sama atau mirip ..."Oooo ini yang namanya Pakdhe ?". Mungkin lebih banyak orang mengenal saya lewat tulisan ketimbang mengenal wajah. Mengenal Pakdhe ketimbang Rovicky, dan mengenal saya sebagai pendongeng geologi ketimbang sebagai ahli perminyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SARAN-SARAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang geologiwan profesional, banyak hal yang berhubungan dengan kode etik keprofesian, masing-masing organisasi profesi memiliki kode etiknya yang didefinisikan sendiri, namun saya memiliki etika profesi pribadi yang berupa tiga hal. Yaitu : Tidak memaksa, Tidak mengiba, dan Tidak berjanji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Tidak memaksa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berjiwa atau bermoral profesional tetunya akan memiliki keahlian teknis yang khusus yang mendukung keprofesionalannya. Dengan demikian dia akan mempunyai kekuatan (`power’). Sehingga dengan ‘power’ yang dia miliki, dia dapat melakukan tindakan untuk menekan pihak lain. Misal pekerja menekan manajernya untuk meminta kenaikan gaji, karena tahu dialah satu-satunya staf ahli di perusahaan itu. Kalau tidak diluluskan mengancam akan keluar dari perusahaan. Tindakan pemaksaan ini menurut hemat saya adalah tindakan yang tidak memeliki moral profesional. Hal yang sama seandainya seorang manajer yang melakukan penekanan kepada anak buahnya untuk menerima upah berapapun yang diberikan, karena diketahui betapa sulitnya mencari kerja saat ini.&lt;br /&gt;Dalam interaksi pekerja dan yang mempekerjakan (employee – employer) selalu muncul kesepakan sebelum dimulainya pekerjaan. Seandainya ada salah satu diantara kedua pihak merasa ada yang merasa terpaksa melakukan atau mengikuti aturan kerja maka kemungkinan besar ada sesuatu yang tidak profesional dalam menangani perjanjian kerja ini.&lt;br /&gt;Akan sangat bagus sebelum dimulainya pekerjaan manajer menanyakan bagaimana kesanggupan anak buahnya. Demikian juga anak buah menanyakan apakah hasilnya dapat diterima oleh atasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tidak mengiba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat tertentu kesulitan atau hambatan muncul baik dipihak pekerja maupun perusahaan. Krisis ekonomi saat lalu (soalnya saya yakin saat ini sudah mulai tahap penyembuhan) banyak mengakibatkan kesulitan dikedua pihak. Pihak perusahaan akan sangat kesulitan mengelola perusahaan, dilain pihak pekerja atau karyawan juga mengalami hal yang sama dalam kehidupan sehari-harinya. Sering kita dengar ada perusahaan yang yang dengan mengiba datang ke Depnaker utk melakukan PHK massal, untuk dinyatakan bangkrut/pailit. Atau juga seorang karyawan yang datang ke manajernya memohon untuk tidak di PHK karena anaknya masih kecil. Ada saat seperti ini, moral keprofesionalan pekerja dan penilik perusahaan (biasanya diwakili manajernya) mengalami ujian dalam menghadapi tantangan hidup.&lt;br /&gt;Tentunya tidak bisa hanya dengan mengiba untuk menghadapi kesulitan ini, dan tentunya tindakan mengiba ini bukan moral yang professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Tidak berjanji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Satu sikap moral professional dalam menghadapi apapun yang telah, sedang dan bakal terjadi juga hal yang harus diperhatikan. Sikap ikhlas dalam menghadapi keberhasilan maupun kegagalan merupakan sikap professional yang ketiga. Berjanji merupakan tindakan yang mungkin sekali menjadikan kita melanggar dua sikap moral sebelumnya yang disebutan diatas. Karena kegagalan maka akan muncul pemaksaan atau mengiba dari salah satu pihak, atau bahkan kedua pihak. Sehingga kesiapan menerima apapun yang bakan terjadi merupakan sikap moral profesi yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Program kerja saat ini banyak sekali mempunyai tuntutan, target produksi, target penjualan, serta target target perusahaan lainnya hendaknya bukan merupakan janji yang harus dipenuhi melainkan merupakan sebagai pemicu semata, sebagai ‘alat ukur performance’ yang bukan merupakan harga mati baik untuk kedua pihak.&lt;br /&gt;Nah dari sikap moral professional diatas, kita dapat melihat sejauh mana keprofesionalan kita, perusahaan, manajer, pemegang pimpinan organisasi serta anggota organisasi profesi maupun anggota partai sekalipun dalam bersikap profesional.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-649427015457563201?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/649427015457563201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/11/rovicky-dwi-putrohari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/649427015457563201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/649427015457563201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/11/rovicky-dwi-putrohari.html' title='010. Rovicky Dwi Putrohari'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sv2y2sU-ydI/AAAAAAAABk0/eveCuyp2w80/s72-c/del-rovicky-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-6010957532541287936</id><published>2009-10-27T05:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:37:38.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='009. Parvita Siregar'/><title type='text'>009. Parvita Siregar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sub3xr-0ukI/AAAAAAAABj0/qKVw5PhmEIg/s1600-h/Vita-crop.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 287px; FLOAT: left; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397273636441995842" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sub3xr-0ukI/AAAAAAAABj0/qKVw5PhmEIg/s400/Vita-crop.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- University of South Carolina, Columbia (1993-1995); Department of Marine and Geological Sciences&lt;br /&gt;- Institut Teknologi Bandung (1986-1991); Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Salamander Energy Indonesia (2006-sekarang): Chief Geologist&lt;br /&gt;- Vico Indonesia (2006): Team leader, Infrastructure-led Exploration&lt;br /&gt;- Eni Indonesia (2003-2006): Senior Geologist&lt;br /&gt;- Conoco Indonesia (1997-2003): Senior Geologist&lt;br /&gt;- Union Texas (1992-1993): Geologist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Geologi adalah ilmu yang mempelajari fenomena alam. Saya melihat bahwa apa yang terjadi dengan alam tidak habis-habisnya bisa dipelajari. Sewaktu masih ‘lebih’ muda (sebab sekarangpun saya juga masih muda, bukan?), saya melihat geologi identik dengan pekerjaan di alam bebas, menjelajah, dan mengunjungi tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang-orang biasa. Di usia menginjak empat puluhan, saya lebih melihatnya sebagai ilmu yang mempelajari ciptaan-Nya dan menjadi saksi kebesaran Tuhan dan alam semesta yang sangat dinamik (semakin berumur semakin spiritual, bukan?). Sama seperti ilmu-ilmu alam lainnya, semakin kita mempelajarinya, semakin kita tahu menempatkan diri kita sebagai anggota semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SubsFlPDpaI/AAAAAAAABjM/LU0VFUMS8V4/s1600-h/DSC02580.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397260784088884642" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SubsFlPDpaI/AAAAAAAABjM/LU0VFUMS8V4/s400/DSC02580.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keterangan foto: Parvita, kedua dari kanan di..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja tersenyum mendengar apa yang saya paling sukai selama bergelut dengan ilmu geologi: melihat batuan. Hampir sepanjang karir saya, saya menjadi &lt;em&gt;interpreter&lt;/em&gt; dan semakin lama semakin jarang mendapatkan kesempatan melihat batuan. Apa yang saya lihat sehari-hari adalah rekaman batuan-batuan berupa data-data seismik dan log, maupun tanda-tanda yang diberikan oleh fosil-fosil mikro, yang, lagi-lagi berupa data. Tentunya saya suka pergi ke lapangan untuk melihat singkapan. Saya paling suka bila mendapat proyek untuk mengumpulkan data-data yang ada dan menyatukannya menjadi sebuah hasil rekonstruksi geologi. Saat yang paling menyenangkan lainnya adalah ketika pengeboran dan logging. Saat-saat menanti data datang dari lapangan untuk membuktikan hipotesa adalah saat-saat dimana saya mengalami ‘adrenalin rush’.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SubsjFWQlrI/AAAAAAAABjU/M-FdOAEXd70/s1600-h/P1143326.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397261290925233842" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SubsjFWQlrI/AAAAAAAABjU/M-FdOAEXd70/s400/P1143326.JPG" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Keterangan foto: Parvita, kedua dari kiri di...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, jika saya pergi jalan-jalan, terutama bila pergi menyelam ke tempat-tempat terpencil, saya suka mengamati singkapan yang ada, atau bila sedang menyelam, saya suka mengamati apa yang ‘tumbuh’ di tempat-tempat dengan kedalaman tertentu. Saya merasa dapat menikmati &lt;em&gt;hobby&lt;/em&gt; saya dengan mengkorelasikan apa yang saya lihat dengan apa yang saya kerjakan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setiap pekerjaan tentunya ada bagian yang tidak terlalu disukai. Saya tidak terlalu suka dengan birokrasi dan &lt;em&gt;paperworks&lt;/em&gt;. Apalagi kalau mengerjakan anggaran (&lt;em&gt;budget&lt;/em&gt;). Pusing rasanya melihat angka-angka. Lebih baik beri saya pinsil warna, peta, log atau seismic daripada saya disuruh mengisi berkas-berkas yang menjadi permintaan dari BPMIGAS atau MIGAS. Tetapi saya juga sadar bahwa itu adalah bagian dari pekerjaan, semakin senior kita lebih dituntut untuk melihat segala sesuatu dengan lebih menyeluruh. Apalagi saya bekerja di bisnis perminyakan, bukan di institusi pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;SARAN-SARAN&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Entah betul entah tidak, saya merasa generasi sekarang tidak lebih kreatif dari generasi saya. Saya juga merasa bahwa generasi saya tidak lebih kreatif dari generasi sebelum saya. Sewaktu saya dulu memulai karir, segala sesuatu dilakukan secara manual. Pemetaan dilakukan dengan tangan sambil memikirkan kemana menarik garis selanjutnya. Ketika berinteraksi dengan geologiwan maupun geophysicist yang lebih junior dari saya, saya melihat bahwa mereka menelan hasil olahan computer seutuhnya (take whatever comes out from the computer as granted). Mereka seolah lupa bahwa computer is just a computer. Kontur harus diedit sehingga masuk akal secara geologi. &lt;em&gt;Amplitude anomaly&lt;/em&gt; hanya menunjukkan adanya perbedaan &lt;em&gt;impedance&lt;/em&gt;. Kadang-kadang saya berpikir, apakah mereka ini operator &lt;em&gt;software&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;geoscientist&lt;/em&gt;, ya? Saya termasuk orang yang kritis mempertanyakan apa yang dimuntahkan oleh sebuah komputer. Komputer adalah alat untuk mempermudah pekerjaan saja, bukan jawaban akhir. Geologi adalah alam yang tidak dapat hanya dijawab dengan angka-angka dan rumus. Geologiwan yang baik bukan yang dapat mengoperasikan perangkat lunak, tetapi yang dapat menjelaskan dan merekonstruksi geologi secara riil dari data-data yang dikumpulkan. &lt;em&gt;The best geologists are those with good imagination&lt;/em&gt;. Geologist yang terbaik adalah mereka dengan imajinasi yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-6010957532541287936?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/6010957532541287936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/10/9-parvita-siregar.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6010957532541287936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6010957532541287936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/10/9-parvita-siregar.html' title='009. Parvita Siregar'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sub3xr-0ukI/AAAAAAAABj0/qKVw5PhmEIg/s72-c/Vita-crop.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-4465050239660050769</id><published>2009-07-31T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:37:51.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='008. Bona Situmorang'/><title type='text'>008. Bona Situmorang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SnPq5O45J8I/AAAAAAAABbM/n5ZCmTuGF0o/s1600-h/Bona+Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 284px; FLOAT: left; HEIGHT: 334px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364889850098558914" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SnPq5O45J8I/AAAAAAAABbM/n5ZCmTuGF0o/s400/Bona+Picture1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dr. Bona Situmorang lahir di Sumatra Utara dan meninggal di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2007. Biografi beliau disusun berdasarkan beberapa sumber di IAGI-net dan Royal Holloway, University of London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1968 - Lulus dari Jurusan Geologi Universitas Gajah Mada - S1&lt;br /&gt;1968-1978 - kerja di LIPI&lt;br /&gt;1978-1982 - belajar di Chelsea College, University of London, lulus PhD / S3&lt;br /&gt;1982-1991 - kerja di Lemigas sebagai kepala peneliti&lt;br /&gt;1983 menjadi dosen senior Universitas Trisakti&lt;br /&gt;1991-1995 - kerja di Lemigas sebagai kepada bagian penelitian dan pengembangan&lt;br /&gt;1995-1998 - menjabat direktur teknik kemudian direktur eksekutif "Australian-Indonesian Joint Authority of Timor Gap"&lt;br /&gt;1997 - menerima Satya Lencana Karya Satya dari pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;1998 - menjadi peneliti utama, Universitas Trisakti&lt;br /&gt;2001 - menjabat wakil dekan Fakultas Teknik Mineral, Universitas Trisakti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya almarhum seputar Selat Makassar yang dijadikan disertasi almarhum pada tahun 1982 merupakan pemikiran yang 'mendahului zaman' yang pada tahun-tahun terakhir ini terbukti benar berdasarkan data survey dan pemikiran-pemikiran terbaru (Awang Satyana - IAGI-net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih terngiang pesan beliau ketika IAGI mengadakan seminar khusus landas kontinen serta teritorial. Beliau sangat konsen tentang pentingnya pengetahuan kita landas kontinen Indonesia, karena itu salah satu data geopolitik terpenting untuk mempersatukan INDONESIA&lt;br /&gt;yang memiliki kondisi geologis dan geografis berbeda dengan Negara manapun juga (Rovicky Dwi Putrohari – IAGI-net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bona was a research student at Chelsea College between 1978 and 1982 when I supervised his study of the "Formation and Evolution of the Makassar Basin", based on oil industry seismic surveys that, by today's standards, were limited in resolution and difficult to interpret (using coloured pencils on paper sections, of course). Bona produced a remarkably good interpretation of the evolution of the Makassar Basin and was able to estimate the amount of extension and thermal subsidence by using Dan McKenziie's now classic paper just published in EPSL (1978) on "Some remarks on the development of sedimentary basins". At that time the paper was virtually unknown, so I took Bona across to Cambridge to talk with Dan, who was delighted to find an example where his theory worked. Although later examples, such as the North Sea basin, became well known and Dan's work became widely used, Bona's was the first (Derek Blundell – Royal Holloway, University of London).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;CERITA-CERITA LUCU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekitar tahun 1970, ketika mang Okim masih bekerja di Direktorat Geologi, ada kursus Remote Sensing yang diselenggarakan oleh US-AID / USGS. Pak Bona dan mang Okim ikut serta dalam kursus ini.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari Bandung ke Cilacap untuk praktek lapangan, rombongan bermalam di sebuah hotel kecil di Kota Kadipaten. Malam harinya usai makan malam, beberapa anggota rombongan main gapleh, di antaranya Pak Djuri, Pak Kastowo, Pak Atiek, Pak Eddy Kasimir, Pak Bona Situmorang, mang Okim, dll.&lt;br /&gt;Seperti biasanya geologist, heureuy atau guyonan terlontar di sela-sela bunyi bantingan kartu gapleh/ domino. Di antara guyonon yang sering terlontar adalah panggilan untuk Pak Bona Situmorang yang dirubah menjadi Bona Situaksan (sisa danau Bandung yang sudah kering dan beralih fungsi jadi perumahan rawan banjir). Nama Batak lain yang sering disebut antara lain Panjaitan yang dirubah menjadi Pangaputan (di Sunda-kan).&lt;br /&gt;Rupanya di meja sebelah kami main gapleh, ada seorang Batak yang tiba-tiba marah dan merasa terhina dengan panggilan Situaksan dan Pangaputan tersebut (mungkin marganya juga Situmorang atau Panjaitan). Orang tersebut ternyata seorang perwira dari Kodim Kadipaten. Demikian marahnya perwira tersebut sampai mengeluarkan pistol yang siap ditembakkan. Sementara keributan berlangsung dan Pak Bona berusaha menenangkan perwira tersebut, mang Okim dan beberapa rekan menyelinap pergi dan melapor ke Kantor Kodim Kadipaten untuk melaporkan kejadian. (sumber: Sudjatmiko – IAGI-net). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-4465050239660050769?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/4465050239660050769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/bona-situmorang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/4465050239660050769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/4465050239660050769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/bona-situmorang.html' title='008. Bona Situmorang'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SnPq5O45J8I/AAAAAAAABbM/n5ZCmTuGF0o/s72-c/Bona+Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-6178477929001403198</id><published>2009-07-18T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:42:50.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='007. Soeroso Notohadipranoto'/><title type='text'>007. Soeroso Notohadiprawiro</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SmHOBzlm7QI/AAAAAAAABaM/JpSFqRI9OhA/s1600-h/prof-soeroso-closeup.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5359791561970740482" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SmHOBzlm7QI/AAAAAAAABaM/JpSFqRI9OhA/s400/prof-soeroso-closeup.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Prof. Soeroso Notohadiprawiro, adalah pendiri jurusan Teknik Geologi Universitas Gajah Mada. Beliau adalah professor otodidak karena hanya lulusan STM tapi menjadi guru besar yang dihargai secara international serta mendapat penghargaan dari "International Cooperation Administration, karena prestasinya di bidang pendidikan teknik. Pak Roso atau Mbah Roso, panggilan akrabnya wafat pada tanggal 7 November 1977. Nama Prof Soeroso sekarang dipakai sebagai nama Stasiun Lapangan Geologi di Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Stasiun Lapangan ini menjadi tempat kuliah lapangan baik dari Jurusan Geologi, dan fakultas lain dari Univ Gadjah Mada, juga dari Universitas lain. Lapangan ini dikelola oleh Jurusan Teknik Geologi UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Disarikan oleh Rovicky Dwiputrohari dan Herman Darman berdasarkan tulisan yang diterbitkan di majalah Nebula 4, majalah Gelora Mahasiswa, no.8, thn 3, edisi Desember 1978. dan tulisan Wartono Rahardjo di majalah Nebula, 1989.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;1904 Lahir pada tanggal 24 April&lt;br /&gt;1922 Pelaksana bangunan sipil “Sitzen &amp;amp; Lozauda” Yogyakarta&lt;br /&gt;1925-1928? Shell Netherland - Den Haag&lt;br /&gt;1929 Menikah denan R. Ay. Sri Sutengsun&lt;br /&gt;1943 Guru Sekolah Teknik Menengah (STM) Jakarta&lt;br /&gt;1958-1962 Sekretaris Fakultas Teknik Geologi UGM&lt;br /&gt;1959-1972 Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM&lt;br /&gt;1960 Guru besar Teknik Geologi UGM&lt;br /&gt;1970? Menerima bintang Satya Lencana Pengabdian&lt;br /&gt;1971? Pensiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Soeroso merupakan satu-satunya orang pribumi dari 80 pemuda yang diterima. mengikuti pendidikan pegawai perminyakan di Den Haag, sebelum diangkat jadi ajun geoloog. Kerja pertamanya di daerah Rantau, Aceh, mengawali prestasi-prestasi Soeroso sebagai ahli eksplorasi geologi dan minyak bumi. Dia berhasil "menjatuhkan" 17 orang penyelidik pendahulunya - termasuk beberapa sarjana, yang telah menyatakan Rantau sebagai daerah ‘non minyak’, tetapi ternyata merupakan sumber minyak yang menghasilkan jutaan gulden bagi BPM dan Shell. Kemudian berturut-turut dijelajahi hampir seluruh Sumatera untuk mencari ladang minyak baru atau eksplorasi ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jaman perang memang mampu menyulam pengalaman orang dengan aneka cara hidup. Tatkala Jepang masuk, Soeroso yang masih punya gelar bangsawan : Raden, terpaksa sembunyi di Gunung Sawal, Jawa Barat, takut jika dipaksa jadi romusha oleh ‘saudara tua’. Hampir dua tahun saya jadi petani karet dan kelapa serta mendirikan perusahaan dagang "Banyu Asih", sebelum saya diminta menjadi Wakil Direktur STM Jakarta oleh kerabat saya Ki Hadjar Dewantara dan mulai saat itu saya melakukan profesi sebagai pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Pangkalan Susu, Teluk Aru, ladang minyak yang saya temukan ketika di bor menyembur deras dengan debit 1 juta ton sehari telah menggenangi laut dan terbakar. Apinya menjulang dan kelihatan dari jarak 90 km di kota Medan, sebulan baru dapat dipadamkan dengan bantuan tenaga dari Amerika. Peristiwa itu membeawa beberapa korban jiwa manusia ...", nampak suara Profesor sendu menceritakan kisahnya kepada GEMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN LUCU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan pada waktu itu bahwa bagi para geolog lapangan bahwa sungai merupakan sahabat yang baik. Lintasan pemetaan umumnya sangat efisien kalau dilakukan dengan menyusuri sungai. Demikian pula air untuk mandi dan mencucipun diambil dari sungai. Tak ketinggalan tentunya buang airpun di sungai. Nah pada suatu pagi, geolog muda Soeroso memisahkan diri dari kru pemetaan yang dipimpinnya untuk nongkrong buang air di tepi sungai. Benak beliau masih sarat terisi oleh problematik yang belum terselesaikan . Ketika buang air tersebut, beliau keras berfikir, sambil sekali-sekali memandang ke arah sungai untuk melihat barangkali ada buaya ganas yang sedang berjemur. Pada waktu mata beliau mengamati sungai, pandangannya tertumbuk pada sesuatu yang mencuat dari dalam air sungai, yang kebetulan tidak seberapa keruh. Semula beliau menganggap itu sebagai kayu hanyut yang mencuat dari dalam sungai saja. Namun naluri geologi beliau mengatakan tidak, barangkali suatu singkapan perlapisan batuan.Secara bergegas beliau membersihkan diri lalu menghampiri tempat yang mencurikgakan tersebut. Apa yang ditemui beliau? Tak lain adalah perlapisan kunci yang selama itu dicari-carinya. Dengan penuh kegirangan diukur dan dicatatnya singkapan yang sangat berharga ini. Selanjutnya rekonstruksi struktur dilakukan kembali dan akhirnya persoalan struktur di daerah tersebut dapat dipecahkan. Selesainya persoalan struktur itu kemudian secara langsung diikuti dengan ditemukannya ladang minyak di Sumatera Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SARAN-SARAN&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;“Anakmuda harus punya keberanian bereksperimen, ketangguhan ‘ousdour’ atau ketahanan diri dalam menghadapi cobaan hidup. Percaya kepada kemampuan diri dan jangan hanya menggantungkan input dari pendidikan formil, tapi belajarlah otodidak”, demikian petuah Profesor Soeroso Notohadiprawiro, 72 tahun saat itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-6178477929001403198?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/6178477929001403198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/7-soeroso-notohadipranoto.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6178477929001403198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6178477929001403198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/7-soeroso-notohadipranoto.html' title='007. Soeroso Notohadiprawiro'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SmHOBzlm7QI/AAAAAAAABaM/JpSFqRI9OhA/s72-c/prof-soeroso-closeup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-7206441949616265714</id><published>2009-07-18T01:14:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:38:36.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='006. Wikarno'/><title type='text'>006. Wikarno</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;RIWAYAT SINGKAT&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pengalaman Kerja di Instansi Pemerintah&lt;br /&gt;1961 masuk Jawatan Geologi, kemudian 1969 diubah menjadi Direktorat Geologi (DG). DG dikembangkan menjadi 4 unit : Dit. Sumberdaya Mineral, Dit. Geologi Tata Lingkungan,Dit Vulkanologi dan Puslitbang Geologi dimana penulis bekerja sampai pensiun tahun l991&lt;br /&gt;Sejak 1961 bekerja di Seksi Petrologi dan Mineralogi sebagai petrolog sambil menunggu hasil penilaian atas Laporan Pemetaan Doktoral dan 3 buah skripsi sebagai syarat untuk menyelesaikan studi di Jurusan Geologi ITB. Diwisuda Maret l963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang pernah dilakukan&lt;br /&gt;1963-1969 bekerja sebagai petrolog di Si. Petrologi dan Mineralogi, Jawatan Geologi&lt;br /&gt;1969-1974 sebagai Kepala Seksi Petrologi dan Mineralogi DG&lt;br /&gt;1974-l980 sebagai Kepala Bidang Analisa Laboratorium DG&lt;br /&gt;1980-1990 sebagai Kepala Bidang Geologi Puslitbang Geologi&lt;br /&gt;1990-1991 sebagai Kepala Bidang Publikasi dan Dokumentasi Puslitbang Geologi&lt;br /&gt;1974-1990 merangkap sebagai Pemimpin Proyek Penelitian dan Pengembangan Kegiatan Geologi&lt;br /&gt;b. Diperbantukan pada kegiatan eksplorasi bahan tambang kerja sama antara DG dengan pihak ke tiga&lt;br /&gt;1963-1964 terlibat dalam Proyek Besi Baja Kalimantan untuk eksplorasi pasir di daerah Balikpapan Kaltim dan eksplorasi bijih besi di daerah Tanalang Kalsel.&lt;br /&gt;1965 Peninjauan Umum Endapan Bijih Besi di daerah Sukadana Lampung.&lt;br /&gt;1969-1970 diperbantukan pada P.T. INCO Indonesia untuk eksplorasi laterit nikel di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Daerah kegiatan di La Pao-Pao dan sekitarnya. Daerah La Sua-Sua dan sekitarnya, serta membuat lintasan-lintasan di sekitar danau Matano, Mahalona dan Towuti; dilanjutkan disekitar Teluk Kolono dan sekitar aliran Sungai Konaweha Sulawesi Tenggara.&lt;br /&gt;1980-1990 mengelola Kerja sama Penyelidikan Geologi Kuarter Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ahli Jepang yang berasal dari berbagai universitas di Jepang Tokyo University, Kyoto University , Osaka University dan Osaka National Museum disponsori oleh Japan International Cooperation Agency dan Pemerintah Indonesia. Dalam kerja sama ini Pemerintah Jepang memberikan hibah membangun Gedung Laboratorium Geologi Kuarter di Bandung&lt;br /&gt;Latihan Kerja,Studi Banding dan Seminar di luar negeri dan dalam negeri&lt;br /&gt;1966-1967 mengikuti latihan kerja di bidang petrologi dan mineralogy di Bundesanstalt Fur Bodenforshung di Hannover Jerman Barat termasuk latihan di bidang mineragrafi di Klaustal Universiteit.&lt;br /&gt;1973 Latihan Kerja di bidang Geokronologi Metode Jejak Belah di US Geological Survey Colorado Amarika Serikat dan mengikuti Seminar Komunikasi di Michigan University.&lt;br /&gt;1977 peninjauan ke berbagai universitas dan museum di Jepang&lt;br /&gt;1975 mengikuti Seminar Geokronologi di Bangkok Thailand&lt;br /&gt;1982 melakukan studi banding kegiatan penelitian di Korean Institute of Energy and Resources, Soul, Korea Selatan.&lt;br /&gt;1984 mengikuti Seminar Tin Deposits di Nanning City, China&lt;br /&gt;1988 meninjau pabrik pembuat alat pengasahan batuan Merk Logitech di Glasgow Inggris, mengikuti Seminar CCOP di Bandung, menyelenggarakan Seminar Geologi Kuarter dengan tema : bencana alam. Lingkungan hidup, “data base” dan tema lainnya, kerja sama Puslitbang Geologi dengan JICA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pada waktu melaksanakan kegiatan eksplorasi besi di daerah Tanalang Kalsel kegiatan perlu di kawal oleh satu peleton Brimob, karena situasi saat itu masih dianggap belum aman, karena gerombolan anak buah Ibnu Hajar di Kalimantan masih berkeliaran di hutan. Selama eksplorasi masih terdengar sesekali suara letusan senjata api , tapi kami tidaktahu pasti apakah tembakan dimaksudkan untuk mengusir gerombolan atau menembak babi hutan atau tujuan lainnya karena Kamp mereka terletak agak berjauhan; peristiwa ini terjadi pada tahun l963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Suatu saat saya membuat lintasan didaerah Penajam ,saya melakukannya seorang diri karena teman lainnya sedang mengawasi pembuatan sumur uji. Pada lintasan itu saya harus menembus daerah rawa yang masih perawan dan jarang dilewati oleh penduduk setempat. Setelah lintasan dianggap cukup, saya memutuskan kembali dengan jalan melingkar. Setelah jalan cukup lama, saya kembali ke jalan yang telah saya lalui dan itu dilakukan beberapa kali. Pada waktu melakukan orientasi, saya tidak dapat menentukan dimana posisi saya berada karena situasi sekelilingnya semua serupa berupa daerah rawa yang datar ditumbuhi tetumbuhan yang lebat dan tinggi. Kemudian saya melihat kompas dan menentukan arah perjalanan untuk berusaha keluar dari daerah rawa. Setelah berjalan cukup lama dan mulai merasa kesal dan mulai putus asa, Alhamdulillaah Allah memberi petunjuk karena dari kejauhan terdengar suara klakson mobil. Dengan mengikuti dari mana arah suara tersebut, saya menembus pepohonan rawa dengan susah payah, akhirnya saya dapat keluar dari daerah rawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pada tahun 1969 masa awal kegiatan eksplorasi nikel laterit di Sulawesi Selatan,saat itu untuk mencapai daerah Malili sarana transportasi reguler seperti sekarang belum ada ; waktu itu P.T. INCO meminta bantuan AURI untuk mengangkut personel dan barang keperluan eksplorasi dengan menggunakan pesawat Albatros yang dimiliki AURI yang dapat mendarat di permukaan air. Pada awal keterlibatan saya di P.T.INCO, saya termasuk salah satu yang akan ikut menuju Malili dengan menumpang pesawat terbang Albatros. Pada hari keberangkatan setelah semua persiapan selesai baik pesawat, barang-barang maupun penumpang, pesawatpun mulai bergerak menuju tempat untuk tinggal landas di Lapangan Terbang Makasar sekarang Hasanudin dan terbang menuju Malili. Setelah terbang beberapa waktu lamanya, pesawat terasa mengurangi ketinggiannya dan beberapa waktu kemudian mendarat di lapangan terbang bukan di atas air. Setelah kami keluar sang pilot memberi tahukan bahwa pesawat harus kembali ke Hasanudin karena mangalami gangguan mesin. Kami beruntung karena gangguan mesin tidak sampai mengganggu terbangnya pesawat. Awak pesawat menjanjikan akan membawa kami ke tempat tujuan esok harinya. Esoknya kami kembali ke Hasanudin dan memasuki pesawat; setelah semua persiapan selesai, pesawat bergerak menuju landasan pacu dan mengumpulkan keseluruhan tenaga dan kemampuannya yang terdengar dari deru mesin pesawat yang makin menguat, kemudian sedikit melemah, kondisi ini dilakukannya beberapa kali. Pada saat deru mesin pesawat dalam keadaan tinggi, pesawat mulai bergerak makin lama makin cepat dan akhirnya lepas landas dan sang burung besipun terbang membelah angkasa.&lt;br /&gt;Setelah sekian lama terbang sang burung besipun terasa mengurangi ketinggiannya dan berkeliling mencari tempat pendaratan yang baik. Setelah menemukan tempat yang cocok, pilotpun mengurangi kecepatan dan menurunkan pesawatnya dan akhirnya menyentuh permukaan air di perairan Teluk Malili dan berhenti dan pesawatpun bergoyang oleh ayunan gelombang laut. Para penumpang bergegas keluar dan naik ke atas perahu yang akan membawa kami ke pantai dan sampailah kami dengan selamat di “Base Camp” P.T. INCO Malili.&lt;br /&gt;d. Kalau dalam kegiatan eksplorasi nikel laterit sebelumnya saya ditugaskan untuk melalkukan eksplorasi dengan kamp yang tetap di La Pao-Pao dan La Sua-Sua untuk membuat sumur-sumur uji dan pemboran-pemboran dangkal dengan bor Winky, maka dalam periode ketiga saya ditugasi untuk membuat lintasan-lintasan dan mengambil contoh secara acak. Lintasan-lintasan dibuat di sekitar danau Matano, Mahalona dan Towuti dan diteruskan ke daerah Teluk Kolono dan daerah Wawotobi di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dilakukan karena P.T. INCO ingin mengetahui secara umum kira-kira daerah mana yang perlu dipertahankan untuk penyelidikan selanjutnya. Awal kegiatan dimulai dari Malili menuju daerah D. Matano. Sebagai alat transportasi digunakan kerbau atau istilah lokalnya “pateke” Setelah berhasil membuat beberapa lintasan di sekitar D. Matano saya bergerak ke selatan menuju D. Mahalona,termasuk daerah Nuha yang terletak di utara D. Mahalona. Di pantai danau saya melihat tumbuhan anggrek yang sedang bebunga yang indah; ini membuktikan bahwa daerah itu belum banyak dikunjungi atau dilewati orang. Setelah daerah sekitar D. Mahalona selesai, lintasan diteruskan ke pantai utara D. Towuti. Dalam melakukan kegiatan ini umumnya saya lakukan seorang diri, hanya sewaktu-waktu saja ditemani oleh penduduk setempat; untuk komunikasi dengan Base Camp Malili saya dilengkapi dengan radio komunikasi SSB. Setelah lintasan di utara D.Towuti cukup, saya harus pindah ke daerah selatan D. Towuti. Untuk sampai ke daerah itu dapat dilakukan dengan berkeliling sepanjang pantai danau yang memerlukan beberapa hari perjalanan atau dengan cara menyeberangi danau dengan memakai perahu layar yang waktunya relatif lebih cepat dan santai. Untuk menyeberanginya perlu mencarter sebuah perahu layar dengan waktu tempuh belasan jam. Setelah perahu carteran diperoleh, sayapun siap-siap untuk berlayar dan pemilik perahu menyarankan agar perlayaran dimulai sekitar pukul 21.00 malam, agar perahu dapat berlayar tanpa didayung dan bergerak dengan tiupan angin sama seperti kalau berlayar di laut. Kalau berlayar di laut kita harus berbekal air tawar dari daratan, dalam perlayaran ini kita tidak perlu khawatir kekurangan air tawar, karena air tawar tersedia melimpah di kiri-kanan perahu kita tinggal menyiduknya saja. Setelah berlayar belasan jam lamanya, sampailah kami di pantai selatan danau sekitar pukul l4.00 esok harinya dan mendirikan kemah. Mulai esok harinya saya membuat lintasan selama beberapa hari di daerah selatan danau Towuti. Setelah lintasan dirasa cukup, saya diperintahkan untuk melanjutkan ke daerah Teluk Kolono di Sulawesi Tenggara. Karena daerahnya jauh, saya dipindahkan dengan menggunakan helicopter. Di daerah T. Kolono saya berhasil membuat beberapa lintasan dan setelah cukup, saya kembali diperintahkan untuk pindah ke daerah Wawotobi yang berada didaerah timur Sulawesi Tenggara. Kali ini saya tidak dipindahkan dengan helkopter, tapi harus menggunakan perahu, untuk keperluan pindahan kembali saya harus mencarter perahu sebagai alat transportasi mengelilingi semenanjung tenggara P. Sulawesi. Saya berangkat dari T.Kolono sekitar pukul 20.00 dan sampai ke-esokan harinya di daerah Wawotobi sekitar pkl. 11.00. Di daerah ini saya membuat lintasan di sekitar aliran S. Konaweha selama beberapa hari. Setelah cukup saya kembali ke Malili dengan dijemput helicopter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Selama melakukan lintasan-lintasan di atas, ada 2 kejadian yang cukup bisa dikatan membahayakan keselamatan saya, namun karena Tuhan melindungi saya, sayapun selamat dari ancaman yang membahayakan tersebut. Peristiwa yang terjadi adalah:&lt;br /&gt;Pada suatu hari saya melakukan lintasan dan setelah kaki membawa saya berjam-jam perjalanan dan kaki sudah mulai terasa penat, saya merasa perlu untuk beristirahat sejenak dan mencari tempat yang teduh. Setelah menemukan tempat yang baik dan dianggap aman dibawah sebuah pohon yang besar, sayapun istirahat. Tidak jauh dari tempat saya beristirahat ada tumpukan kayu kering yang sudah lapuk. Setelah istirahat dirasakan cukup, saya siap untuk melanjutkan perjalanan lintasan saya dan sambil berdiri membungkuk saya membetulkan tali sepatu sambil memeriksa kiri kanan mungkin ada barang yang tertinggal, secara tidak sengaja saya melihat dibawah tumpukan kayu yang lapuk tersebut seekor ular piton besar juga sedang istirahat dilihat dari possisinya yang melingkar. Alhamdulilllaah selama istirahat saya tidak sampai membangunkan sang ular dari tidurnya; yang pasti ular itu sudah jauh lebih lama sampai ke tempat itu mungkin sudah bejam-jam bahkan berhari-hari setelah menyantap mangsanya.&lt;br /&gt;f. Pada lintasan yang lain, saya harus melintasi punggungan dan lembah bukit yang bergelombang. Pada saat sampai ke salah satu punggungan, saya tiba-tiba bertemu dengan seekor anoa binatang khas Sulawesi; kami sama-sama kaget saya terhenyak dan berhenti , demikian pula sang anoapun bergerak; untungnya ia bergerak tidak kearah saya datang, tapi menyimpang menjauhi saya. Mungkin pada pikiran dan pendengarannya ada seekor anoa lain yang datang dari arah depannya dan dia berusaha menghindar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Waktu membuat lintasan di sekitar pantai Sulawesi Tenggara, saya harus menggunakan sarana transportasi perahu. Untuk itu saya memerlukan orang yang mahir mendayung dan mengetahui dan mengenal daerah sekitarnya. Orang yang dipilih adalah penduduk setempat, dan setelah beberapa hari bekerja, ia mengaku bahwa dia adalah mantan anggota gerombolan Kahar Muzakar (pemimpin pemberontak di Sulawesi selatan dan tenggara) berpangkat letnan. Pada waktu masuk ke pedalaman, saya masih sering menemukan tempat bekas persembunyian mereka berupa gubug-gubug yang sudah rusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Waktu melakukan eksplorasi di daerah La Sua-Sua yang letaknya di daerah pantai Sulawesi Selatan , suatu hari untuk mencapai ke lokasi kegiatan supaya sampai lebih cepat dipakai lah perahu. Karena perahu yang dipakai terlalu kecil sedang orang yang perlu diangkut cukup banyak, sampai di tengah perahu oleng dan terbalik. Alhamdulillaah kami semua selamat dan dapat membalikkan kembali perahu ke posisi semula dan kegiatan hari itu dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;CERITA YANG LUCU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk program doctoral tahun 60-an,seorang mahasiswa ITB ditugaskan untuk melakukan pemetaan geologi selama 3 bulan yang dilakukan dalam 2 periode a’ 1,5 bulan. Pada awalnya daerah pemetaan saya terletak di utara Banjarnegara,namun karena di daerah yang akan saya petakan beberapa hari sebelumnya telah terjadi pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anggota gerombolan DITII (Darul Islam, Tentara Islam Indonesia), maka saya dipindahkan ke daerah baru di Tulungagung selatan di daerah Campur Darat.&lt;br /&gt;Setelah pemetaan selesai, maka untuk pengecekan lapangan Jurusan Geologi ITB meminta Drs.R.P. Kusumadinata sebagai mentor. Pengecekan lapangan dilakukan di beberapa lokasi yang mewakili sebaran satuan peta di daerah yang dipetakan. Suatu hari sampailah kami di satuan peta breksi vulkanik yang tersingkap di dinding sebuah bukit. Saya menunjukkan singkapan itu dari bawah tanpa mendatanginya, karena saya melihat singkapan itu menunjukkan indikasi telah terbakar entah disengaja atau tidak oleh penduduk setempat. Sang Mentor mungkin tidak percaya alasan yang saya kemukakan atau mungkin juga ingin memelonco saya. Beliau memerintahkan saya untuk mendatangi singkapan itu. Tentu saja untuk sampai ke singkapan itu saya harus menembus sisa pepohonan yang tidak habis terbakar; dan akibatnya baju saya tercoreng-coreng hitam oleh jelaga kayu yang terbakar, bahkan mungkin sampai ke muka saya. Lama sesudah kejadian itu, kalau Prof. Dr. R.P. Kusumadinata bertemu dengan saya selalu berujar “KABEULEUM” artinya terbakar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-7206441949616265714?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/7206441949616265714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/6-wikarno.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7206441949616265714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7206441949616265714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/6-wikarno.html' title='006. Wikarno'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-7400386651049461256</id><published>2009-07-15T13:48:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T11:38:46.830-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='005. S. Sartono'/><title type='text'>005. S. Sartono</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sl5BNGs8XHI/AAAAAAAABZ8/aRZmO1Dzhzk/s1600-h/sartono.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 211px; FLOAT: left; HEIGHT: 320px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358792300010691698" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sl5BNGs8XHI/AAAAAAAABZ8/aRZmO1Dzhzk/s320/sartono.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Sartono Sastromidjojo, lebih sering dipanggil S. Sartono, adalah Doktor pertama Indonesia dibidang geologi. Beliau meninggal tanggal 24 October 1995 di Belanda, dalam perjalanannya ke Swiss untuk mempresentasikan makalahnya. Sebagian besar tulisan ini disarikan dari buku yang berjudul "S. Sartono: Dari Hominid ke Delapsi dengan Kontroversi" yang diedit oleh Zaim, Y., Rizal, Y., Aswan, dan Fitriana, B. S., dan diterbitkan oleh ITB tahun 2006. Selain itu penulis juga menambahkan beberapa pesan yang disampaikan beliau kepada penulis secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Disarikan oleh Herman Darman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;RIWAYAT SINGKAT:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Lahir di Madiun, 30 Juni 1928&lt;br /&gt;- 1956 - Lulus Geologi ITB - sarjana&lt;br /&gt;- 1958 - Lulus Geologi ITB - Doktor&lt;br /&gt;- 1961 - Guru besar ITB, Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam&lt;br /&gt;- 1962 - Turut mendirikan IAGI&lt;br /&gt;- 1970-1973 - Mengajar di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM)&lt;br /&gt;- 1993 - Pensiun setelah menjadi dosen selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN BERHARGA:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Menemukan rahang bawah &lt;em&gt;Pithecantropus erectus&lt;/em&gt; dari Sangiran pada tahun 1961. Dari penemuan ini S. Sartono, kemudian menjadi Profesor di ITB, mengembangkan ilmunya dan bentuk Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Paleontologi dan Geologi Kwarter.&lt;br /&gt;- Menemukan fosil &lt;em&gt;Stegodon timorensis&lt;/em&gt; di Timor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- Penghasilan sebagai dosen ITB tahun 1965 sangat minim dan tidak cukup untuk menghidupi keluarga. Sebagai jalan keluar terpaksa belajar beternak ayam, karena ada tetangga yang membantu dengan memberikan benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SARAN-SARAN:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Disampaikan Prof. S. Sartono kepada penulis semasa penulis belajar sebagai mahasiswa geologi di ITB.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Geologiwan harus banyak kerja di lapangan untuk melihat dan meneliti singkapan. Prof. Sartono juga ke lapangan bersama istrinya untuk berbulan madu.&lt;br /&gt;- Geologiwan juga harus banyak menulis makalah, untuk kemudian diterbitkan di jurnal. Dengan cara ini konsep dan ide penulis akan diuji (di review) oleh ahli lainnya. Prof. Sartono telah menerbitkan 168 karya tulis semasa hidupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-7400386651049461256?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/7400386651049461256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/5-s-sartono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7400386651049461256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/7400386651049461256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/07/5-s-sartono.html' title='005. S. Sartono'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sl5BNGs8XHI/AAAAAAAABZ8/aRZmO1Dzhzk/s72-c/sartono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-4047533768195999811</id><published>2009-01-27T13:08:00.000-08:00</published><updated>2010-10-14T11:38:58.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='002. Reuni Alumni ITB Pra 1966'/><title type='text'>002. Reuni Alumni ITB Pra 1966</title><content type='html'>Rekan-rekan IAGI yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontanitas dan ketulusan Prof. Koesoemadinata dan Bu Itje untuk menerima para Alumnus Geologi ITB Angkatan Pra 1966 ber-reuni di rumah kediaman beliau di Jl. Ciburial No. 17 Bandung Utara ternyata mendapat tanggapan sangat antusias khususnya dari para " Alumnus Senior ". Hal ini dapat dilihat dari jumlah mereka yang hadir dalam acara reuni tersebut yang dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Desember 2008. Beberapa dari para Senior menyampaikan rasa penyesalannya karena tidak dapat hadir seperti Pak Sutarjo Sigit ( melalui Ibu ), Pak Johannas. Pak Budiharto, Pak Bintal Djemur, Prof Harsono, dan beberapa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan dari para " Alumnus Junior " sebetulnya tak kalah positif, hanya banyak dari mereka yang berhalangan hadir karena adanya kesibukan , baik yang mendadak atau yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya ( aktivis kita, kang Giovani misalnya , yang harus mengkoordinir acara reuni keluarga besar Ayahandanya almarhum di Jakarta, demikian juga kang Surachman yang harus juga berada di Jakarta ). Beruntunglah kita karena masih ada Pak Tjahya Hadi dan Pak Supardiyono Sobirin yang membantu penuh dalam persiapan dan pelaksanaan reuni tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya antusiasme para " Alumnus Senior " untuk hadir di acara reuni ini dapat dilihat pada foto di bawah ini. Walaupun lokasi rumah Prof Koesoemadinata yang asri menurun terjal dari jalan raya, Pak Moeliono Poerbo Hadiwidjoyo ( 1954 ) yang sudah berusia 85 tahun tampak melangkah tegap menuruni jalan tersebut. Pak Untung (1953 ) yang tidak dapat lagi lepas dari kursi rodanya , pasrah diangkat bersama-sama untuk menaiki 2 tangga menuju ruangan reuni - - - - - agar dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekannya. Para Senior angkatan Pra 1960 yang hadir di reuni ini adalah Bapak-bapak : M. Untung , Juliar Thaib , Prof Sukendar Asikin ( 1953 ), Prof Sampurno, Moeliono Purbo Hadiwidjoyo, Bahdroom ( 1954 ), Prof Koesoemadinata, Rab Sukamto, Benny Wahyu ( 1955 ), Prof Soejono Martodjojo, Luki Witular, Suharto Wongso , Subroto Mojo , Wikarno ( 1956 ), M. Djuri Rosidi, Zuhdi Pane, Rapilus Kasup, Fred Hehuwat, Tatan Suptandar, Hadi Darmawan Said, Hutabarat, Atik Suardy ( 1957 ), dan Suyitno Padmosukismo ( 1958 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan IAGI yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara reuni di rumah kediaman Prof Koesoemadinata ini sebetulnya diadakan untuk sekalian memperingati HUT Pernikahan Beliau dan Bu Itje yang ke 47 tanggal 25 Desember 2008. Tetapi pelaksanaannya ditunda 3 hari kemudian yaitu hari Minggu, 28 Desember 2008 , dengan pertimbangan agar rekan-rekan dari Jakarta punya kesempatan waktu lebih banyak untuk menghadirinya. Alhamdulilah, menurut pendapat beberapa Alumnus yang hadir, reuni kali ini dianggap sangat berhasil ( dihadiri oleh 46 Alumnus dan 21 Spouses ). Yang perlu dicatat juga bahwa berkat dokumentasi Prof Koesoemadinata yang rapih, maka beberapa Alumnus yang tadinya dikira non ITB ternyata dari ITB , seperti Pak Rab Sukamto, Pak Suwartoyo ( tidak hadir ), dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan isi do'a yang disampaikan sebelum memasuki acara pokok , semoga reuni ini bernilai ibadah dan semoga Prof Koesoemadinata dan Bu Itje yang memperingati HUT pernikannya yang ke 47 , demikian juga seluruh Alumnus dan spouses yang hadir , dipanjangkan umur dan mendapatkan limpahan rahmat dan berkah dari Tuhan YMK. Dan semoga mereka yang tidak dapat hadir karena sakit atau sebab lain, dapat cepat disembuhkan dan dipermudah urusannya, Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepada Prof Koesoemadinata dan Bu Itje beserta keluarga, kami semua yang hadir menyampaikan rebu nuhun atas penerimaannya yang begitu baik. Semoga balasan dari Tuhan YMK berlipat ganda, Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam bahagia,&lt;br /&gt;Mang Okim ( contact person )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: tulisan ini dikirim ke IAGI-net tanggal 30 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Gambar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Atas :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SX94603WrbI/AAAAAAAAAgA/fBq7rUbA14A/s1600-h/reuni1.bmp"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 202px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296084638829555122" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SX94603WrbI/AAAAAAAAAgA/fBq7rUbA14A/s320/reuni1.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;Duduk di lantai ( dari kiri ) : Mang Okim, Prof Soejono, Tjahya Hadi, Zanial Achmad, Juliar Thaib, Rapilus Kasoep.&lt;br /&gt;Duduk di kursi ( dari kiri ) : Rab Sukamto, Prof Koesoemadinata, Prof Sampurno, Moeliono Purbo Hadiwidjoyo, M. Untung, M. Djuri Rosidi, Luki Witular, Benny Wahyu, Soeharto Wongso, S. Zuhdi Pane.&lt;br /&gt;Berdiri di lantai ( dari kiri ) : Safari, Suyitno Patmosukismo, Soesmaryanto ( dari Aceh ), Yanto R Sumantri, Supardiyono Sobirin, Suherman, Nana Ratman, Thamrin Cobrie, Purnomo, Subroto Mojo, Tjetje Apandi, Wikarno, Hadi Darmawan Said, Prof Sukendar Asikin, Nurzal Baharuddin, Hutabarat, Fahmi D.S., Atik Suardy, Bandono, Mulhadiono, Bahdroom, Darwin Kadar.&lt;br /&gt;Berdiri di kursi ( dari kiri ) : Hudaya, CL Nugroho, Fred Hehuwat, R. Tjakra, Tatan Suptandar, Endang Thoyyib, Runtiarko, Andoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Bawah :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SX95RR8q3dI/AAAAAAAAAgI/XgpBDtV7sYE/s1600-h/reuni2.bmp"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 195px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296085024593599954" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SX95RR8q3dI/AAAAAAAAAgI/XgpBDtV7sYE/s320/reuni2.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;Duduk di kursi ( dari kiri ) : Ibu Djuri , Ibu Prof Soejono, Ibu Prof Sampurno, Ibu Prof Koesoemadinata, Ibu Benny Wahyu, Ibu Luki Witular, Ibu Fred Hehuwat, Ibu Atik Suardy.&lt;br /&gt;Berdiri di belakang ( dari kiri ) : Ibu - - - - , Ibu CL Nugroho, Ibu Juliar Thaib, Ibu Miko, Ibu - - - -, Ibu Tjahya Hadi, Ibu - - - - , Ibu Supardiyono Sobirin, Ibu Subroto Mojo, Ibu Wikarno, Ibu Darwin, Ibu - - - - , Ibu Soesmaryanto ( mohon maaf, 4 Ibu belum teridentifikasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-4047533768195999811?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/4047533768195999811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/reuni-alumni-itb-pra-1966.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/4047533768195999811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/4047533768195999811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/reuni-alumni-itb-pra-1966.html' title='002. Reuni Alumni ITB Pra 1966'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SX94603WrbI/AAAAAAAAAgA/fBq7rUbA14A/s72-c/reuni1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-267016147613054404</id><published>2009-01-20T20:58:00.000-08:00</published><updated>2010-10-14T11:39:08.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='003. Pola Penulisan'/><title type='text'>003. Pola Penulisan</title><content type='html'>Pada awalnya kami bermaksud untuk meminta para geologiwan senior untuk berbagi pengalaman. Akhirnya kami buka kesempatan untuk semua geologiwan yang mau berbagi pengalaman untuk menulis. Tidak ada salahnya geologiwan yang lebih yunior berbagi pengalaman dengan yang senior. Mungkin geologiwan yang senior bisa memberikan saran bagi yang lebih yunior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;POLA PENULISAN YANG DIHARAPKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1. Foto&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setiap penulis diminta untuk memberikan minimal 1 foto diri. Kalau dikirim berupa pasfoto (cetakan / kertas, non-digital) diminta minimal ukuran 4 x 6 cm atau ukuran foto passport.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2. RIWAYAT SINGKAT&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Susunlah sesingkat mungkin mulai dari kelulusan di universitas atau akademi, disusul dengan pengalaman kerja. Ingat, ini bukan CV, jadi pekerjaan atau status terakhir di tulis paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3. PENGALAMAN BERHARGA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Silahkan tuliskan pengalaman yang paling berharga dalam hidup anda yang berhubungan dengan latar belakang anda sebagai geologiwan ataupun yang berhubungan dengan bidang lain yang anda geluti. Hal ini bisa berupa pengalaman yang paling membanggakan, paling berkesan, dan puncak-puncak keberhasilan karir. Keikutsertaan dalam organisasi sosial dan kegiatan olah raga juga dapat anda cantumkan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4. PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian ini anda diminta juga untuk membagikan hal-hal yang sangat anda sayangkan dalam hidup anda. Kegagalan dan hal-hal lain yang tidak tercapai bisa anda tuliskan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5. CERITA-CERITA LUCU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan seorang geologiwan tidak pernah membosankan. Selalu ada cerita-cerita yang menarik dan lucu yang bisa dibagikan kepada yang lain. Baik itu pengalaman di lapangan, di rig maupun di kantor, biasanya geologiwan pandai melihatnya dari sisi yang lain. Oleh karena itu juga jarang ada geologiwan yang tenggelam dalam tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;6. SARAN-SARAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mempunyai saran untuk rekan geologiwan yang lain, termasuk yang lebih muda, silahkan dituliskan pada bagian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7. CONTOH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika perlu contoh silahkan lihat halaman ini: &lt;a href="http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/herman-darman.html"&gt;Contoh&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-267016147613054404?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/267016147613054404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/pola-penulisan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/267016147613054404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/267016147613054404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/pola-penulisan.html' title='003. Pola Penulisan'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3438129638881417099.post-6287483756178196347</id><published>2009-01-17T08:30:00.000-08:00</published><updated>2010-10-14T11:40:33.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='004. Herman Darman'/><title type='text'>004. Herman Darman</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/s1600-h/DSCF0113.JPG"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; FLOAT: left; CLEAR: both" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/s400/DSCF0113.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;RIWAYAT SINGKAT:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- 1991 - Lulus Geologi ITB, Bandung&lt;br /&gt;- 1995 - Lulus MSc Petroleum Geology, Aberdeen University, UK&lt;br /&gt;- 1992-1994 Ultramar / Lasmo Runtu (PT. Eksindo Pratama)&lt;br /&gt;- 1995-2000 Shell Indonesia&lt;br /&gt;- 2000-2007 Shell Brunei (Brunei Shell Petroleum Sdn. Bhd.)&lt;br /&gt;- 2007-sekarang Shell International EP - Netherland&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;PENGALAMAN BERHARGA:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya yang paling berharga sebenarnya diawali dengan kesempatan untuk ikut sibuk sebagai pengurus majalah himpunan mahasiswa geologi ITB - GEA. Di sini saya belajar menulis naskah, mewawancarai tokoh-tokoh geologi di kampus, merencanakan penerbitan, memberikan kesempatan kursus untuk para yunior, memberikan semangat dan kompensasi kepada kawan-kawan yang bekerja, dan menghadapi alumni yang tidak menghargai hasil kerja kami (padahal mereka adalah sumber dana utama untuk kelangsungan majalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi profesi, pengalaman memetakan singkapan di Kalimantan Timur merupakan awal karir yang sangat berharga. Saya mengumpulkan banyak 'jam terbang' dalam hal melihat batu baik berupa singkapan maupun sebagai &lt;em&gt;core&lt;/em&gt;. Beberapa kali saya ikut dengan &lt;em&gt;field trip&lt;/em&gt; yang dipimpin oleh pakar-pakar geologi. Saya sempat berkawan dekat dengan almarhum George Allen. Beliau mengulas tulisan-tulisan saya dan suatu hari dia memberikan saya sekumpulan makalah yang pernah ditulisnya. Setiap kali dia datang ke Samarinda, tempat saya bekerja, kami mendapatkan kesempatan untuk bertukar pikiran. Meskipun saya masih sangat yunior, beliau menghargai tulisan saya, dan meminta ijin saya untuk mempublikasikan peta yang saya buat di dalam bukunya mengenai Delta Mahakam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berorganisasi di bidang geologi saya awali dengan ide mantan pembimbing saya Prof. Dr. Yahdi Zaim untuk meneruskan ide beliau untuk membentuk forum sedimentologi. Kami berdua menyusun konsep kerja Forum Sedimentologiwan Indonesia (FOSI) yang kemudian menjadi komisi sedimentologi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Dari pengalaman di bidang majalah mahasiswa, kami menerbitkan Buletin Sedimentologi. Puncak dari kegiatan saya di FOSI ini adalah penyelenggaraan regional seminar perdana FOSI dengan tema 'Tectonics and Sedimentation of Indonesia' tahun 1999 dalam rangka memperingati 50 tahun buku Van Bemmelen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sub9MoZ2T0I/AAAAAAAABkU/vUp8FPdoLwM/s1600-h/scan0001.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; FLOAT: left; HEIGHT: 214px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397279596896210754" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/Sub9MoZ2T0I/AAAAAAAABkU/vUp8FPdoLwM/s320/scan0001.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keterangan foto: Herman Darman kedua dari kiri dan Dr. Yahdi Zaim kedua dari kanan didepan pameran FOSI, 1996.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman inilah akhirnya saya mendapat jaringan international, sampai akhirnya menjadi president American Association of Petroleum Geologists (AAPG) tahun 2005-2008, dan sekarang menjabat vice-chair dan chairman dari Petroleum Geogische Kring (PGK, assosiasi geologi perminyakan Belanda), tahun 2008-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar FOSI di atas juga membuahkan buku yang saya edit bersama rekan Hasan Sidi, tahun 2000, dengan judul 'An Outline of the Geology of Indonesia'. Sebuah buku yang disponsori oleh IAGI. Selain itu, setiap tahun saya mencoba untuk menulis dan menerbitkannya beberapa artikel ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENGALAMAN YANG KURANG MENYENANGKAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada awal karir, saya kerja dengan status kontraktor atau konsultan. Hasil kerja kami sebagai kontraktor sering tidak dihargai semestinya oleh perusahaan yang mengontrak kami. Suatu kali saya membuat mencoba membuat proposal untuk program PhD di Ingris. Calon pembimbing saya di sana menyambut baik proposal ini dan mengusulkan agar perusahaan tempat saya bekerja memberikan beasiswa. Sayangnya karena status saya sebagai kontraktor, perusahaan tidak berminat untuk memberikan sponsor. Akhirnya universitas tersebut menghasilkan 2 lulusan PhD dengan tema yang sama dengan proposal yang saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya menyelenggarakan seminar FOSI dan akhirnya mulai menulis buku, pimpinan saya di perusahaan tempat saya bekerja mulai melihat aktifitas 'sampingan' saya. Meskipun semua pekerjaan saya di kantor saya selesaikan dengan sangat baik dan tepat waktu, pimpinan saya tidak menyukai aktifitas saya ini. Dia berpendapat saya lebih baik menggunakan 'waktu luang' saya untuk berpikir mengenai pekerjaan. Oleh karena itu, pada saat &lt;em&gt;performance evaluation&lt;/em&gt;, dia sengaja menurunkan ranking saya dengan alasan tersebut. Meskipun saya tidak suka, saya tidak berkecil hati dan tentunya tidak berhenti menulis karena hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya mengenai kegagalan, saya menyayangkan regenerasi dalam pengurusan di majalah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Geologi ITB "Suara Gea" dan pengurusan Forum Sedimentologiwan Indonesia (FOSI). Dua organisasi ini sangat mendukung karir saya, sayangnya tidak ada lagi yang meneruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;CERITA-CERITA LUCU&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Majalah mahasiswa geologi ITB dinamakan 'Suara GEA'. Suatu kali semua tim majalah sibuk dengan ujian dan aktifitas di luar, padahal kami punya komitmen untuk terbit setiap secara reguler. Sebagai pimpinan majalah saya tetap pada komitmen ini dan saya memutuskan untuk tetap terbit. Akhirnya majalah ini tetap terbit, tapi teman-teman menamakannya 'Suara Herman', karena memang hampir semua artikelnya saya tulis sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama saya umum di Belanda, jadi waktu saya jadi pimpinan perhimpunan geologi perminyakan Belanda, tentunya mereka pikir saya orang Belanda. Beberapa kali orang mau menemui pimpinan himpunan ini, meskipun saya di depan orang-orang ini, mereka tidak sadar kalau sayalah orangnya. Tentunya mereka mengharapkan untuk bertemu orang berambut pirang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;SARAN-SARAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya punya prinsip 'melayani' dan saya selalu ingat 'barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mewawancarai Alm. Prof. Sartono untuk majalah Suara Gea, pernah beliau menasihati saya untuk banyak menulis. Beliau mengatakan bahwa geologiwan harus banyak menulis. Saran ini saya ikuti dan ingin saya sampaikan juga kepada para pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya saya juga ingin menyarankan para pembaca untuk ikut berpatisipasi dalam organisasi termasuk organisasi kebumian. Dengan berpartisipasi aktif dalam organisasi, kita bisa memberikan dampak positif bagi orang-orang disekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left; CLEAR: both"&gt;&lt;a href="http://picasa.google.com/blogger/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-BOTTOM: 0px; PADDING-LEFT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BACKGROUND: 0% 50%; BORDER-TOP: 0px; BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-TOP: 0px; -moz-background-clip: initial; -moz-background-origin: initial; -moz-background-inline-policy: initial" border="0" alt="Posted by Picasa" align="middle" src="http://photos1.blogger.com/pbp.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3438129638881417099-6287483756178196347?l=geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/feeds/6287483756178196347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/herman-darman.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6287483756178196347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3438129638881417099/posts/default/6287483756178196347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geologiwan-bagi-pengalaman.blogspot.com/2009/01/herman-darman.html' title='004. Herman Darman'/><author><name>Darman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02782732581537482284</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://lh3.ggpht.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/DSCF0113.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_07vEbisHC8g/SXIHsGDEJpI/AAAAAAAAAdE/_3fzQjC5Az4/s72-c/DSCF0113.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
